Amirullah Syaifuddin (Peserta PKU MUI Sulsel 2026)
MAKASSAR, muisulsel.or.id — Alam semesta menyimpan tanda-tanda kebesaran Allah yang harus direnungkan dengan ilmu. Gunung, lautan, pergantian siang dan malam, hingga proses penciptaan manusia menunjukkan keteraturan yang tidak terjadi dengan sendirinya.
Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. K.H. Andi Aderus, Lc., M.A. saat membawakan materi Akidah kepada peserta Program Intensifikasi Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI Sulawesi Selatan 2026 di Makassar, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, Al-Qur’an mengarahkan manusia untuk memperhatikan berbagai ciptaan Allah. Pengetahuan manusia mengenai lautan, planet, galaksi, dan kehidupan masih sangat terbatas dibandingkan dengan luasnya alam semesta yang diciptakan-Nya.
Ia juga menjelaskan bahwa Allah Mahakuasa menciptakan sesuatu dengan kehendak-Nya. Namun, berbagai peristiwa di alam umumnya berlangsung melalui proses dan ketetapan yang disebut sunatullah. Penciptaan manusia, pertumbuhan tumbuhan, serta keteraturan peredaran benda-benda langit merupakan contoh proses yang berjalan berdasarkan ketentuan Allah.

Banyak hal luar biasa akhirnya dianggap biasa karena terus-menerus disaksikan. Kelahiran manusia, kemampuan berpikir, serta perkembangan teknologi merupakan bagian dari tanda kebesaran Allah yang patut direnungkan dan disyukuri.
Dalam pembahasan mengenai takdir, Andi Aderus menerangkan bahwa manusia dan jin diberikan kemampuan untuk memilih. Kebebasan tersebut sekaligus mengandung tanggung jawab karena setiap pilihan memiliki konsekuensi di hadapan Allah.
Karena itu, manusia tidak seharusnya mengambil keputusan hanya berdasarkan kesan indrawi atau informasi sepintas. Setiap persoalan perlu dipahami dengan mengumpulkan fakta, menggunakan pengetahuan, dan mempertimbangkan dampaknya secara matang.
Pesan tersebut penting bagi kader ulama dalam menjalankan dakwah. Seorang dai tidak cukup hanya menyalahkan atau mencela orang lain, tetapi harus peka terhadap keadaan masyarakat serta menghadirkan penjelasan dan solusi yang membimbing.
Melalui pemahaman akidah yang benar, peserta PKU diharapkan mampu membaca tanda-tanda kebesaran Allah, berpikir berdasarkan ilmu, serta menggunakan kebebasan yang diberikan-Nya secara bertanggung jawab.
Amirullah Syaifuddin
