FKLA Sulsel Gelar Festival Kemanusiaan Lintas Agama, 30 Pendonor Ikuti Donor Darah

MAKASSAR— Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan menggelar Festival Kemanusiaan Lintas Agama yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah di Terminal I Pelindo Makassar, Sabtu (3/10/2026).

Ketua FKLA Sulsel, Prof. Dr. KH. Mustari Bosra, MA, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian lintas agama terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, salah satu persoalan yang kerap dihadapi masyarakat adalah kebutuhan transfusi darah ketika persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) tidak mencukupi.

Prof. Mustari Bosra

“Jadi kita berinisiatif membantu Palang Merah memperoleh donor darah. Alhamdulillah tadi ada lebih dari 30 orang pendonor,” kata Prof. Mustari Bosra.

Prof. Mustari yang juga Wakil Ketua Umum MUI Sulsel menjelaskan, Festival Kemanusiaan Lintas Agama tidak hanya diisi dengan kegiatan donor darah. Sejumlah kegiatan sosial turut digelar, di antaranya pemeriksaan kesehatan mata gratis dan pemeriksaan kesehatan dari Prodia.

Selain itu, kegiatan dirangkaikan dengan bazar dan pasar murah yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang hadir.

FKLA Sulsel juga menggelar diskusi yang membahas sejumlah persoalan kemanusiaan yang berkembang di tengah masyarakat. Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap berbagai persoalan sosial.

Prof. Mustari mengatakan seluruh rangkaian kegiatan bertujuan memperkuat sekaligus merawat kerukunan yang telah terbangun di tengah masyarakat.

Menurutnya, perbedaan agama, suku, budaya maupun kelompok tidak seharusnya menjadi penghalang untuk saling membantu dalam persoalan kemanusiaan.

“Boleh kita berbeda agama, berbeda suku, berbeda budaya dan berbeda kelompok, tetapi ketika berbicara tentang kemanusiaan, di situlah titik temu kita,” ujarnya.

Ia mencontohkan donor darah sebagai bentuk nyata solidaritas lintas agama. Ketika seseorang membutuhkan darah, kata dia, yang menjadi perhatian utama adalah kebutuhan kemanusiaannya, bukan latar belakang agama pendonor maupun penerima.

“Ketika ada orang yang membutuhkan bantuan, tidak perlu kita tanya apa agamanya. Kita mau transfusi darah juga tidak perlu ditanya ini darah Muslim atau non-Muslim,” katanya.

Prof. Mustari menambahkan, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan berbagai majelis agama di Sulsel sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama kemanusiaan lintas agama.

Acara turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sulsel , Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, serta pimpinan Terminal I Pelindo Makassar.

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.