HIBURAN: Menjaga Amalan Pahala di Bulan Ramadan

Dr KH Shaifullah Rusmin Lc M Th I (Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Sulsel)

Makasar,muisulsel.or.id – Bagi umat muslim yang berpuasa tentunya menginginkan amalan pahalanya diterima Allah. Namun banyak amalan yang dikerjakan kaum muslimin yang pahalanya bagaimana fatamorgana yakni dari jauh kelihatan banyak dan tambah dekat semakin sedikit dan hilang.

Berikut 2 hal yang harus dijaga agar amalan pahala Ramadan tetap terjaga:

1.Menjaga Keimanan
Seorang yang berpuasa harus menjaga keimanannya sebab apabila lepas maka semua amalan dan pahalanya akan hilang seperti fatamorgana. Hal ini digambarkan Allah dalam Al-Quran Surah An-Nur :39

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍۢ بِقِيْعَةٍ يَّحْسَبُهُ الظَّمْاٰنُ مَاۤءًۗ حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَهٗ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًٔا وَّوَجَدَ اللّٰهَ عِنْدَهٗ فَوَفّٰىهُ حِسَابَهٗ ۗ وَاللّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ ۙ

“Dan orang-orang yang kafir, amal perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila (air) itu didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya, “.

Begitu juga seorang muslim apabila keluar dari Islam maka semua amalan pahalanya akan hilang.

2.Menjaga Hubungan Baik Dengan Sesama
Seseorang yang tidak menjaga hubungan baik atau berbuat merupakan salah satu perbuatan tercela yang tidak disukai oleh Allah SWT. Merujuk pada sumber yang sama, apabila seseorang berbuat zalim maka ia sedang berada pada kondisi di mana Allah SWT akan mengabulkan doa-doa orang yang ia zalimi.

Tak sampai di situ, pelaku zalim bahkan diganjar dosa dan tidak akan diterima setiap amal ibadahnya. Pada hari kiamat kelak, orang-orang yang zalim ini gugur amal kebaikannya. Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Orang yang bangkrut di antara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala salat, puasa, dan zakat. Akan tetapi, dia juga telah mencela orang ini, memakan harta orang itu, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang itu.

Lantas, orang yang dizalimi ini diberikanlah kebaikan-kebaikannya untuk orang yang dizalimi yang ini, diberikan pula kepada korban kezaliman yang lain. Hingga apabila kebaikannya telah habis sedangkan kezalimannya belum semua terbayar maka sebagian dosa-dosa orang-orang yang dizalimi akan dipikulkan kepadanya, lalu dia dilempar ke dalam neraka.” (HR Muslim)

Simak Videonya Dibawah ini…


Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.