HIKMAH HALAQAH: Di Era Serba Sibuk, Mampukah Hati Tetap Fokus Mengingat Allah?

Dr. KH. Syamsul Alam, M.Ag (Wakil Sekertaris Komisi Dakwah MUI Sulawesi Selatan)

Makassar, muisulsel.or.id – Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari berbagai kesibukan dan persoalan dunia. Pikiran dipenuhi urusan pekerjaan, keluarga, ekonomi, hingga berbagai tantangan yang datang silih berganti. Namun, seorang muslim diajarkan untuk menjadikan hati dan pikirannya tetap terhubung dengan Allah SWT dalam setiap keadaan.

Salat menjadi sarana utama untuk menghadirkan kedekatan tersebut. Ketika seorang hamba berdiri menghadap kiblat, ia sedang bermunajat kepada Rabb semesta alam. Pada saat itu, hati dan pikiran hendaknya diarahkan sepenuhnya kepada Allah, bukan kepada urusan dunia yang dapat mengurangi kekhusyukan. Memang tidak mudah mengosongkan pikiran dari berbagai persoalan, tetapi seorang mukmin harus terus berusaha mengembalikan fokusnya setiap kali pikirannya mulai melayang.

Kekhusyukan bukan berarti seseorang tidak pernah diganggu oleh lintasan pikiran. Kekhusyukan adalah kesungguhan hati untuk terus menghadirkan kesadaran bahwa Allah SWT selalu melihat dan mendengar setiap doa yang dipanjatkan. Karena itu, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, memahami makna bacaan salat, serta memperbaiki niat merupakan langkah penting dalam menjaga hati agar tetap hidup.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa hati yang selalu mengingat Allah SWT akan memperoleh ketenangan. Sebaliknya, hati yang jauh dari zikir akan mudah gelisah dan dikuasai oleh kecemasan duniawi. Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya membiasakan diri mengingat Allah SWT, baik ketika bekerja, beristirahat, maupun saat berinteraksi dengan sesama.

Ketika salat diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri, ibadah formal memang selesai, tetapi hubungan dengan Allah SWT tidak boleh terputus. Nilai-nilai salat harus tercermin dalam akhlak, kejujuran, kesabaran, dan kepedulian kepada sesama. Dengan demikian, hati dan pikiran akan senantiasa berada dalam bimbingan Allah SWT, sehingga setiap langkah kehidupan menjadi bagian dari ibadah dan jalan menuju ridha-Nya.

Selengkapnya simak video dibawah ini

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.