HIKMAH HALAQAH: Salat Musafir

Makassar, muisulsel.or.id – Salat musafir atau safar adalah salat yang dikerjakan bagi umat Islam yang sedang melakukan suatu perjalanan jauh yang ketentuannya telah diatur oleh para ulama berdasarkan Alquran dan Al-hadis.

Berbeda halnya dengan puasa Ramadhan yang dalam ketentuannya boleh digantikan pada hari lain diluar Ramadhan ini ketika ia sudah tidak berhalangan lagi.

Kewajiban salat ini tidak ada tawar menawar bagi umat Islam selama dirinya dalam keadaan sadar. Walaupun ia sedang sakit, sedang dalam perjalanan atau hal lainnya, maka salat tetap wajib dijalankan.

Namun, dalam pengerjaannya ada keringanan yang diberikan oleh Allah, akan tetapi substansinya tetap sama yakni melaksanakan perintah salat.

Mengapa ibadah salat ini sangat berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya yang diwajibkan oleh Allah? Salah satu makna dari kewajiban ini yakni Allah menginginkan hambanya melakukan komunikasi dengan-Nya secara langsung tanpa perantara.

Salah satu contoh kewajiban salat terhadap orang yang sakit yakni ia tetap melakukan salat walaupun dengan posisi duduk, atau berbaring dengan beberapa isyarat, dan ia melakukan salat tersebut sesuai dengan kemampuannya dalam menjalankan ibadah tersebut.

Lalu apa saja yang menjadi syarat-syarat bolehnya melakukan salat qasar atau menjamaknya? Bagaimana landasan hukumnya dalam Islam? Simak ulasannya dalam video link berikut ini.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.