HIKMAH RAMADAN: Amalan Kecil Tapi Berpahala Besar

DR KH Abdul Mutalib Abdullah MA (Pengurus MUI Kota Makassar)

Makassar, muisulsel.or.id – Di dalam kehidupan kita mindset beragama, yaitu agama Islam cukup banyak ajaran agama Islam itu yang modelnya fardu yang seharusnya kita tekuni kemudian sunah-sunah yang bisa menjadikan kita hamba Allah swt yang memiliki amal ibadah di di sisi Allah subhanahu wa taala untuk menjadi bekal pertanggungan jawaban kita di hadapan Allah swt di hari akhirat.

Demikian di dalam satu riwayat seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.” Ya Rasulullah kami ini sudah banyak mengetahui syariat ajaran Islam Oleh karena itu ya Rasulullah saya minta supaya saya disampaikan suatu wasiat amalan-amalan yang harus saya lakukan terus-menerus dan modelnya hanya ringan dan tidak memberatkan bagi saya dan bisa mengalahkan amalan yang kecil Ketimbang amalan yang besar.Apa kata Rasulullah jangan berhenti lidahmu tetaplah selalu menyebut-nyebut Allah subhanahu wa taala.

Seorang laki-laki juga bertanya pada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ya Rasulullah puasa mana yang berat timbangannya? Yang paling besar pahalanya? Rasulullah menjawab orang yang banyak zikirnya di bulan Ramadan, orang laki-laki yang banyak zikirnya dan perempuan yang banyak zikirnya .

Kesempatan yang baik sekali di dalam bulan Ramadan ini memperbanyak zikir memperbanyak amalan-amalan, sesuai dengan syariat Islam.

Banyak amalan kita lakukan di dalam bulan Ramadan ini sesuai gambaran Rasulullah dalam beberapa hadisnya bahwa fardu yang dilakukan di bulan Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya menjadi tujuh puluh lipat ganda, sunah yang dilakukan di dalam bulan Ramadan ini akan bernilai-nilai fardu di luar bulan Ramadan.Bahkan tidur-tidurnya orang yang puasa di bulan Ramadan juga ibadah.

Duduk bertafakur juga ibadah apalagi kalau dibarengi dengan zikir. Bahwa ibadah Ramadan yang kita lakukan ini sebenarnya adalah ibadah yang digelar sebagai ibadah yang sempit waktunya durasi pelaksanaannya yang bersamaan dengan dilakukannya ibadah.

Oleh karenanya dalam bulan Ramadan ini ibadah yang kita lakukan ini harus diiringi dengan zikir.

Ibadah zikir banyak diperintahkan Rasulullah di bulan Ramadan sebelum atau sesudah melakukan sholat tarawih itu perintah dari Rasulullah saw bukan buatan ulama.

Selengkapnya simak video dibawah ini.

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.