Prof. Dr. KH. Hamzah Harum Al Rasyid, MA (Wakil Ketua MUI Sulsel)
Makassar muisulsel.or.id – Berbicara tentang Nuzulul Quran sebenarnya ada dua proses yang mesti kita ketahui.
Pertama proses di mana Allah swt menurunkan Alquran secara sempurna dari ke Baitul Izzah, langit dunia pertama.Dan itulah disebut dengan turunnya Lailatulqadar. Turunnya Alquran pada malam Lailatul Qadar.
Proses yang kedua turunnya Al-Qur’an dari Baitul Izzah la di dunia pertama ke dunia yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw itu tidak secara sekaligus melainkan secara berangsur-angsur, kadang lima ayat, kadang tiga ayat, kadang sepuluh ayat, sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi Rasulullah saw pada masa itu.Dan itu disebut Quran, oleh karena itu Nuzul Quran ini pada tanggal 17 Ramadan bertepatan dengan turunnya surah Al-Alaq di Gua Hira.Oleh karena itu setiap tanggal 17 Ramadan selalu saja diperingati.
Alquran turun ke dunia secara berangsur-angsur untuk menjawab segala tantangan yang dihadapi oleh Rasulullah saw pada waktu itu.
Allah swt juga menjelaskan fungsi Al-Qur’an melalui firmannya. Fungsi yang pertama Al-Qur’an sesungguhnya sebagai syifa. Apa itu syifa? Kalau kita membaca buku-buku tafsir di sana kita temukan bahwa yang dinamakan syifa adalah yaitu sesuatu yang bisa menyembuhkan penyakit Berarti turunkan Alquran karena alif lam di sini min di sini min liljilz, bukan dalam ilmu kalau diterjemahkan lil tab id maka saja ayat-ayat Al-Qur’an berfungsi sebagai obat.
Tapi kita melihat penafsiran yang mayoritas dari ulama yang muttabar ulama ahlusunah waljamaah menerjemahkan min di sini min lil jin artinya kami turunkan Alquran semuanya untuk menjadi obat.
Oleh karena itu, kadang kala orang tua berpesan kalau kita sakit kepala atau sakit perut dan lain sebagainya kebetulan memang tidak ada obat di sekitarnya, cukup kita konsentrasikan diri mengharap kepada Allah swt minta kesembuhan dan ingat ayat apa yang sedang kita ingat, maka itulah yang bermanfaat untuk kita pada waktu itu.
Allah swt menjadikan Al-Qur’an sebagai menyembuhkan berbagai macam penyakit. Meskipun ulama kita terbagi dua, ada yang mengatakan bahwa obat penyakit yang bisa disembuhkan oleh ayat Al-Qur’an hanya penyakit-penyakit yang berkaitan dengan hati dan jiwa rohani kita.
Selengkapnya simak video dibawah ini…
Irfan Suba Raya

