Barru, muisulsel.or.id – Prof Dr KH Muammar Bakry bawakan materi dalam seminar internasional. Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan ini membahas ideologi pancasila yang relevan dengan tema dari seminar “Menguatkan Nilai-Nilai Toleransi dan Kerukunan di Tengah Masyarakat”.
Seminar Internasional terbuka untuk umum yang di prakarsai oleh Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) bersama pemerintah kabupaten Barru dan Kurir Langit Indonesia di selenggarakan di Mall Pelayanan Publik Kantor Bupati Kabupaten Barru, pada Selasa, 16 Juli 2024.
Turut hadir Bupati Barru Ir H Suardi Saleh, yang membuka secara resmi seminar dan sejumlah forkopimda Kabupaten Barru, bersama ratusan tokoh masyarakat dan tokoh agama.
KH Muammar Bakry dalam materinya mengungkap bahwa Indonesia adalah negara yang menganut sebuah ideologi yang disebut ideologi pancasila.
Indonesia memberikan sumbangsih terbesar bagi dunia islam, oleh karena Indonesia adalah mayoritas muslim terbesar di dunia dengan indeks kurang lebih 80% penduduknya menganut agama Islam.
“Suatu hari Rasulullah pernah menangis lalu ditanya oleh sahabat penyebab dirinya menangis. Rasulullah mengatakan bahwa ia merindukan para saudaranya yang jauh disana, jauh tempat dan jaraknya serta waktunya. Maka itulah orang-orang Indonesia,” katanya.

Jika dilihat dari kultur bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan bahasa dan suku, dan dengan jumlah penduduk yang hampir tiga ratus juta jiwa, maka hal yang sangat rumit untuk disatukan.
“Ada dua hal yang membuat Indonesia menjadi negara yang tetap eksis hingga hari ini. Yang pertama Indonesia memiliki civil society. Organisasi yang merekatkan bangsa Indonesia seperti Nahdlatul Ulama, Darud Da’wah Wal Irsyad, Muhammadiyah, As’Adiyah, dan organisasi-organisasi lainnya,” ulas Muammar Bakry.
Rektor UIM Al-Gazali Makassar ini melanjutkan jika sekiranya tak ada para ulama-ulama organisasi yang seperti ini yang melekatkan masyarakat Indonesia, maka mungkin saat ini sudah seperti negara Yaman atau negara lainnya yang berkonflik.
“Bagaimanapun perbedaan agama dan suku di Indonesia, tetapi para ulama kita berhasil mengajarkan Islam. Sehingga kita mengenal yang namanya ukhuwah Islamiyah, yakni persaudaraan sesama muslim dan persaudaraan sesama bangsa,” paparnya dalam materi seminar.
Organisasi-organisasi ini pun berperan dalam menjaga eksistensi bangsa dan negara Indonesia. Pancasila sebagai ideologinya.
Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan ini menutup materinya bahwa pancasila sebagai ideologi yang menjadi perekat kebhinekaan bangsa indonesia, sama halnya dengan Piagam Madinah di zaman Rasulullah. Sehingga kita tidak membutuhkan lagi negara Islam Indonesia.
“Pancasila menjadi penopang eksistensi bangsa dan negara kita Indonesia,” tutupnya.
Kontributor: Nur Abdal Patta
