Makassar, muisulsel.or.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Prof Dr KH Nadjamuddin mengatakan MUI kini menjadi tempat curhat dan semakin dipercaya masyarakat.
Lanjutnya MUI menjadi tak hanya tempat curhat agama saja tapi juga persoalan yang lain seperti kasus penyerobotan tanah di Makassar.
“Kami dari MUI telah merima audiens dengan kelompok masyarakat yang meminta pandangan MUI tentang kasus penyerobotan tanah di daerah Antang Makassar”, ungkapnya saat sambutan acara Talk Show Umat dan Digital MUI Sulsel di Aloha Pool Eatery Coffee Jalan Sawerigading Makassar,Ahad 25 Mei 2024.
Lanjutnya audiens ini membuktikan bahwa MUI semakin dikenal di masyarakat dan menjadi tempat curhat mengenai segala persoalan.
Dalam sambutan Prof Nadjamuddin juga berharap adanya fatwa haram sobis bisa berdampak pada menurunnya kegiatan passobis terutama di Sulsel.
Ia juga berharap MUI terus berperan aktif untuk menyampaikan fatwa ini ke masyarakat.
“Jadi MUI terus aktif memberikan pelayanan manakala ada masyakarat yang membutuhkan.MUI memberikan pelayanan sesuai dengan kewenangannya selebihnya mengenai proses hukum diserahkan kepada yang berwenang”, katanya.

Sementara acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dari , Kementrian Informasi dan Komunikasi ,Bank Indonesia , Kemenag ,MUI Sulsel dan media.
Turut hadir sebagai pemateri, Wijaya kusumawardhana (Staf Ahli Kominfo),Dwi Tjahja K Wardono (BI Sulsel) ,H Aminuddin Natsir ( Kemenag Sulsel) , Prof Arfin Hamid (MUI Sulsel) dan AS Kambie (Editor Tribun Timur).
Sementara Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Sulsel melalui Talk Show ini mendesak pemerintah segera membentuk satgas untuk mencegah kegiatan passobis di Sulsel.
Hal ini ditegaskan Sekertaris Umum MUI Sulsel Prof Muammar Bakry .Ia menegaskan satgas ini akan melibatkan MUI, Kemenag, TNI, Polri, BI, OJK dan instansi terkait lainya.
“Jadi MUI tak hanya keluarkan fatwa tapi juga menindaklanjuti sampai kegiatan Passobis atau judi online dan lainya teratasi dengan baik” kata Prof Muammar yang juga selaku moderator Talk Show.
Hal yang sama juga disampaikan perwakilan Kemenag Sulsel H Aminudin yang memberdayakan potensinya seperti KUA dan Penyuluh untuk mensosialisasikan bahaya judi online, passobis dan kejahatan lainya di tengah masyarakat”, ungka dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi kinerja MUI Sulsel dalam menangani kejahatan passobis khususnya di Sulsel.
Irfan Suba Raya
