Komisi HAUB MUI Sulsel Ikuti Orientasi Pelopor Moderasi Beragama

Makassar, muisulsel.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Komisi Hubungan Antar Umat Beragama mengikuti dan menjadi peserta dalam orientasi pelopor moderasi beragama, yang diadakan oleh Subbagian KUB Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel.

Orientasi angkatan pertama ini dilaksanakan di hotel W Three Premier Jl. Lagaligo, Makassar, sejak tanggal 23-27 Februari 2024, dan diikuti oleh berbagai perwakilan ormas Islam, perwakilan madrasah, dan berbagai perwakilan agama lain seperti Permabudhi, Keuskupan Agung, Khatolik, dan Protestan.

Plt Kakanwil Agama Provinsi Sulawesi Selatan Dr H Ali Yafid dalam sambutannya, sekaligus meresmikan kegiatan tersebut mengatakan bahwa indeks rata-rata nasional kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan itu sudah berada di atas rata-rata dengan presentase 76.91 %.

“Indeks kerukunan umat beragama itu tiga hal yang menjadi tolak ukurnya, yaotu toleransi, kerjasama, dan kesetaraan umat beragama. Dan hal itu telah terbukti di Sulawesi Selatan berada di atas rata-rata indeks nasional,” ucap Plt Kanwil.

Ali Yafid berharap kepada para peserta orientasi moderasi beragama nantinya setelah selesai kegiatan agar menjadi pelopor moderasi dan menyebarluaskan, serta menyampaikan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya.

“Konsep moderasi beragama itu kita meyakini secara absolut agama kita, akan tetapi juga tetap menerima perbedaan dengan orang lain. Namun dalam persoalan berbangsa dan bernegara kita sama kedudukannya,” sambung Ali Yafid.

Menurut Andi Suriati Barisi, dan Aflachah Ani Mochtar selaku peserta yang mewakili MUI Sulsel mengatakan, dengan adanya orientasi pelopor moderasi beragama maka akan terciptalah pembauran antar umat beragama.

Hal ini dapat terlihat dengan terjalinnya interaksi dalam sebuah diskusi dalam ruangan, maupun di luar ruangan. Mereka mencontohkan bahwa pembauran itu mulai terjadi saat jam istirahat, di mana umat Islam dan umat agama lain saling mengenal satu sama lain dan saling bertukar pikiran.

Kegiatan ini menurut salah satu umat agama lain berkomentar bahwa dengan kegiatan orientasi seperti ini maka dirinya pun dapat lebih memahami bagaimana umat agama lain, khususnya umat Islam yang selama ini telah hidup berdampingan dengannya, namun jarang terjadi interaksi.

Orientasi ini juga di fasilitasi oleh tiga fasilitator yang juga sekaligus memberikan materi dan konsep moderasi yang sangat baik meriah, oleh karena pembelajarannya terdapat berbagai macam games yang secara tak langsung memberikan pemahaman yang baik kepada para peserta.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.