Makassar, muisulsel.or.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar muzakarah dalam rangka Musyawarah Daerah (Musda) IX MUI Sulsel di Hotel Four Points Makassar, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Muzakarah tersebut menghadirkan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH Miftahul Huda, dan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, sebagai pembicara.
Dalam pemaparannya, KH Miftahul Huda membahas berbagai persoalan fatwa yang dihadapi umat Islam di Indonesia. Ia menekankan pentingnya MUI di daerah memperkuat peran Komisi Fatwa sekaligus membangun koordinasi dengan MUI Pusat.
Menurutnya, berbagai persoalan baru yang muncul di tengah masyarakat perlu dikaji secara serius melalui Komisi Fatwa agar umat mendapatkan panduan keagamaan yang jelas dan tidak mengalami kebingungan.
“MUI daerah harus terus memperkuat fatwa dan berkolaborasi dengan MUI Pusat. Banyak persoalan yang perlu dibahas di Komisi Fatwa dan disampaikan kepada umat,” ujarnya.
Miftahul Huda juga menjelaskan bahwa fatwa MUI tidak hanya berfungsi sebagai pedoman bagi umat Islam, tetapi dalam perkembangannya dapat menjadi salah satu rujukan dalam pembentukan kebijakan dan regulasi pemerintah.
Ia menyebut terdapat sejumlah fatwa yang kemudian diakomodasi pemerintah ke dalam kebijakan maupun peraturan perundang-undangan. Karena itu, menurutnya, keberadaan fatwa memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.
“Peran fatwa sangat vital di tengah masyarakat. Fatwa bukan hanya menjadi pedoman umat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam kebijakan pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan materi mengenai kebangsaan. Ia mengajak MUI Sulsel untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan TNI dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun Sulawesi Selatan.
Menurutnya, MUI merupakan lembaga yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat. Karena itu, MUI diharapkan dapat mengambil peran dalam mengawal berbagai program pembangunan pemerintah.
“MUI sangat diharapkan oleh masyarakat. Karena itu, kehadiran MUI sangat vital dalam menjaga kehidupan masyarakat dan mendukung pembangunan,” katanya.
Bangun Nawoko juga menyampaikan bahwa TNI turut mendukung berbagai program pemerintah, termasuk pembangunan di daerah. Ia mencontohkan keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan sejumlah jembatan di wilayah Sulawesi Selatan.
Ia berharap hubungan antara MUI Sulsel dan Kodam XIV/Hasanuddin terus diperkuat melalui kolaborasi dan sinergi dalam berbagai bidang.
“Harapan kita, MUI bersama Kodam XIV/Hasanuddin senantiasa berkolaborasi dan bersinergi untuk membangun Sulawesi Selatan, terutama dalam menciptakan dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban di Sulsel,” ujarnya.
Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kantor Perwakilan III di Makassar Fuad Zaen juga turut menyampaikan materi perbankan syariah.
Muzakarah tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam Musda IX MUI Sulsel, sekaligus mempertemukan perspektif keumatan dan kebangsaan dalam menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
*Irfan Suba Raya*
