Pidato Perdana AGH Najamuddin Usai ‘OPPO’ Pimpin MUI Sulsel: Perkuat Dakwah Digital

MAKASSAR — Seluruh rangkaian perhelatan Musyawarah Daerah (MUSDA) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan resmi ditutup setelah merampungkan seluruh agenda rapat pleno. Penutupan acara yang berlangsung khidmat di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, tersebut ditandai dengan pidato perdana dari Ketua Umum yang ‘oppo’ terpilih kembali, Anregurutta (AG) Prof. Dr. KH. Najamuddin Abduh Shafa, Lc., M.A.

Dalam pidato perdananya di hadapan para pimpinan ormas Islam, akademisi, dan utusan MUI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, AG Najamuddin menyampaikan rasa syukur sekaligus refleksi mendalam atas amanah besar yang kembali dipercayakan kepadanya untuk masa bakti 2026–2031.

Najamuddin mengungkapkan bahwa Amanah dan Tanggung Jawab Berat. AG Najamuddin menegaskan bahwa memimpin MUI merupakan sebuah tanggung jawab yang sangat berat di hadapan Allah SWT dan umat. Jabatan ini bukanlah bentuk kebanggaan, melainkan amanah kepemimpinan yang menuntut keikhlasan dan pengabdian penuh.

Tambahnya, Kami butuh dukungan dan sinergi bersama. ia mengungkapkan rasa optimisnya karena melihat tingginya komitmen dan kesiapan dari berbagai pihak, baik jajaran pengurus, pimpinan ormas, maupun para ulama yang menyatakan kesediaan untuk membantu dan berjalan bersama memajukan organisasi.

Dengan kolaborasi yang solid, ia meyakini kepengurusan periode 2026–2031 akan mampu menorehkan pencapaian yang lebih baik dan melampaui prestasi yang telah diraih pada periode-periode sebelumnya.

Mengutip keteladanan para pemimpin besar Islam saat menerima amanah kekhalifahan, beliau menekankan pentingnya kerendahan hati. Beliau meminta agar seluruh elemen umat tidak ragu untuk mengingatkan dan mengoreksi langkah kepengurusan jika terdapat kekeliruan dalam menjalankan roda organisasi.

Diakhir pidatonya, AG Najamuddin mengajak seluruh pengurus dan da’i untuk merapatkan barisan dalam memperkuat strategi dakwah berbasis digital. Transisi ini dinilai sangat krusial agar pesan-pesan keislaman yang menyejukkan, wasathiyah (moderat), dan edukatif dapat menjangkau generasi muda secara lebih efektif di ruang siber.

Penutupan MUSDA IX MUI Sulsel ini menjadi titik awal bagi jajaran pimpinan baru untuk melangkah bersama merumuskan agenda dakwah dan pelayanan keumatan yang adaptif serta relevan dengan perkembangan zaman di Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.