Makassar, muisulsel.or.id – Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Kelembagaan Persiapan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Maros bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maros. Kegiatan ini mengusung tema “Menuai Berkah Menjaga Kesucian Bulan yang Agung, Maros Berkah Warga Sejuk Bahagia”.
Rakor berlangsung di Kantor Sekretariat MUI Kabupaten Maros, Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan tersebut dihadiri unsur pimpinan MUI Kabupaten Maros, perwakilan Pemerintah Kabupaten Maros, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI dan Polri, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga terkait lainnya.
Mewakili MUI Sulsel , Prof Muammar Bakry, dalam sambutannya menyampaikan bahwa posisi ulama di Kabupaten Maros ibarat bintang-bintang di langit.
“Bintang menjadi penunjuk arah bagi musafir di tengah gelapnya malam. Demikian pula ulama, menjadi penunjuk jalan bagi masyarakat ketika menghadapi kebingungan, tantangan, dan perubahan zaman. Tanpa bintang, arah bisa hilang; tanpa ulama, masyarakat bisa kehilangan pedoman,” tegasnya.

Sekertaris umum MUI Sulsel ini juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah. Pemerintah berperan dalam pembangunan fisik dan administrasi, sementara ulama menguatkan pembangunan spiritual dan moral. Ketika keduanya berjalan beriringan, masyarakat akan tumbuh seimbang—sejahtera secara lahir dan tenang secara batin.
Prof Muammar turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Maros dalam menyukseskan Syiar Ramadhan, sebagai wujud kolaborasi nyata antara ulama dan umara demi kemaslahatan umat.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Maros, Prayitno, menyampaikan apresiasi atas peran aktif MUI Maros dalam pembinaan umat serta dukungannya terhadap program-program pemerintah daerah, khususnya dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
Sambutan mewakili Ketua MUI Kabupaten Maros disampaikan oleh KH Muhammad Sido. Ia berharap Ramadhan tahun ini mampu membentuk pribadi-pribadi yang lebih sabar, bijak, dan peduli terhadap sesama.
“Kita berharap Allah Subhanahu wa Ta’ala menggerakkan hati seluruh lapisan masyarakat—para pemimpin, tokoh agama, dan umat—untuk bersatu dalam satu gerakan kebaikan, menjauhkan permusuhan, serta menebarkan rahmat dan kedamaian,” ujarnya.
Ia menambahkan, Rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah-langkah strategis agar pelaksanaan Ramadhan berjalan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Selain itu, koordinasi lintas kelembagaan diharapkan mampu menjaga kesucian Ramadhan dari berbagai potensi gangguan sosial serta memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
Rangkaian pembukaan Rakor ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Maros, KH Syamsul Khalik, sebagai ikhtiar spiritual agar pelaksanaan Ramadhan di Kabupaten Maros berjalan penuh keberkahan dan kedamaian.
*Irfan Suba Raya*
