Silaturahmi ke Aksa Mahmud, Agendakan Program Pembinaan Umat

Makassar, muisulsel.or.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Dr KH Nadjamuddin AS, bersama Sekretaris dan Bendahara Umum MUI Sulsel melakukan silaturahmi dan bertemu langsung dengan Founder PT Bosowa Corporation H.M. Aksa Mahmud di menara Bosowa, Jalan Jend Sudirman, Makassar, Rabu 30 Oktober.

Silaturahmi kali ini dalam rangka membicarakan berbagai agenda kegiatan, salah satunya menjalin kerjasama untuk pembinaan umat seperti program Pendidikan Kader Ulama (PKU).

Jajaran pengurus MUI Sulsel saat disambut oleh Aksa Mahmud diawali dengan makan siang bersama dan dilanjutkan pembicaraan agenda kerjasama.

Founder PT Bosowa ini mengapresiasi dan berterima kasih atas kedatangan para ulama MUI Sulsel di kantor menara Bosowa.

Ketum MUI Sulsel KH Nadjamuddin juga sangat berterima kasih karena telah diundang oleh founder salah satu perusahaan terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas beberapa rencana agenda kegiatan kerjasama antara Bosowa dan MUI. Salah satu yang direncanakan adalah pelaksanaan program intensifikasi Pendidikan Kader Ulama (PKU MUI).

Hal itu dibenarkan oleh Sekum MUI Sulsel Prof Dr KH Muammar Bakry yang menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting, oleh sebab bagaimana untuk menciptakan kader-kader ulama muda di Sulawesi Selatan.

“Kegiatan ini sudah berjalan selama dua tahun berturut-turut oleh MUI, yang pertama di tahun 2022 PKU untuk putra, dan PKU untuk putri di tahun 2023, dengan jadwal pembelajaran yang intensif dari pukul 7 pagi hingga pukul 10 malam,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, dalam proses seleksi peserta juga sangat ketat dengan kriteria peserta, yaitu telah mempunyai dasar keilmuan agama Islam, sudah bisa membaca kitab kuning dan mempunyai hafalan Alquran minimal 2 juz. Sehingga dalam proses belajarnya para peserta sudah punya dasar keilmuan islam dan nanti para tim pengajar yang merupakan adalah rata-rata alumni Timur Tengah tinggal memperkuat keilmuan para peserta melalui materi-materi yang diberikan yang bersumber dari kitab-kitab kuning.

Ditambahkan pula oleh Bendahara MUI Sulsel Ir H Andi Thaswin Abdullah sekaligus tokoh pemerhati budaya dan Wakil Ketua Umum Perkerisan Nasional Indonesia mengungkapkan rencana program lomba Barazanji, dalam rangka menyambut bulan Ramadan 2025.

Menurut Andi Thaswin, program lomba Barazanji ini sangat penting oleh karena bagaimana untuk pengembangan budaya kita di Sulawesi Selatan, khususnya budaya yang bersifat keagamaan.

Bak gayung bersambut, Aksa Mahmud pun akan sangat mendukung program PKU ini. “Nanti kita akan buat PKU yang pesertanya putra dan putri dengan waktu yang bersamaan tapi tempat belajarnya yang berbeda. Segera kita akan tinjau lokasi kegiatan, karena kegiatan ini betul-betul sangat penting guna terus meregenerasi ulama-ulama Sulsel, karena sejak dulu Sulsel dikenal dengan tempat lahirnya para ulama-ulama yang terkemuka,” ungkapnya.

Aksa Mahmud melanjutkan bahwa lomba balasan di ini merupakan kegiatan yang pernah rutin dilaksanakan oleh Bosowa. Tetapi dalam beberapa tahun belakangan kegiatan ini tidak pernah lagi dilaksanakan, sehingga Aksa Mahmud berharap kerjasama dari MUI Sulsel untuk bersama-sama mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan tersebut nantinya.

KH Nadjamuddin dalam penyampaian terakhirnya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada bapak Aksa Mahmud selaku founder Bosowa yang telah memperhatikan bagaimana pengembangan keagamaan di Sulawesi Selatan.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.