Silaturahmi Kebangsaan FKUB Sulsel, Tokoh Lintas Agama Perkuat Pesan Persaudaraan

Makassar, muisulsel.or.id – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Silaturahmi Kebangsaan dan Buka Puasa Lintas Agama yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Selatan (FKUB Sulsel) di Losari Garden Resto, Selasa (7/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh lintas agama, di antaranya Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Dr KH Mustari Bosra, MA, pengurus Komisi Fatwa MUI Sulsel Dr KH Yusri Arsyad, pimpinan majelis agama, perwakilan Kementerian Agama wilayah Sulawesi Selatan, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua FKUB Sulsel, Prof Dr KH Muammar Bakry, dalam sambutannya menjelaskan makna silaturahmi yang menjadi ruh utama kegiatan tersebut.

Menurutnya, silaturahmi merupakan sarana untuk menghubungkan satu sama lain sebagai sesama manusia dan sesama warga bangsa.
“Silaturahmi itu bermakna menghubungkan satu sama lain. Kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa manusia pada dasarnya sama dan setara, sama-sama lahir dari rahim seorang ibu dan sama-sama sebagai rakyat serta bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, forum seperti ini tidak hanya menjadi ruang kebangsaan, tetapi juga forum kemanusiaan. Sebab, seluruh masyarakat yang hadir berasal dari latar belakang agama yang berbeda namun tetap berada dalam satu identitas sebagai bangsa Indonesia.

KH Muammar Bakry juga menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) yang turut memfasilitasi kegiatan tersebut. Selain itu, ia mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia patut bersyukur karena dapat menjalankan ibadah dengan bebas tanpa gangguan.

“Kita patut bersyukur hidup di Indonesia, karena kebebasan beribadah terjaga dengan baik. Di beberapa negara lain, ada umat Islam yang tidak bisa menjalankan ibadah dengan leluasa karena konflik atau aturan yang membatasi,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Sulsel dalam sambutannya menyebutkan bahwa tingkat kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan tergolong tinggi.

“Indeks kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan berada di angka delapan, bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional,” jelasnya.

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan testimoni dari perwakilan berbagai agama yang menyampaikan pandangan serta apresiasi atas terselenggaranya forum kebersamaan tersebut, sebelum akhirnya ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana persaudaraan.

Kontributor: NAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.