JANGAN MENILAI MANUSIA DARI YANG TAMPAK

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Di sebuah kota kecil hiduplah dua orang yang bertetangga. Yang pertama adalah seorang saudagar kaya raya. Rumahnya megah, hartanya melimpah, tetapi ia hampir tidak pernah terlihat bersedekah. Ia jarang menghadiri acara sosial, tidak pernah memamerkan bantuannya, bahkan hidupnya tampak sederhana. Akibatnya, masyarakat menilainya sebagai orang yang bakhil dan…

Baca Selengkapnya

FUTURE OF EDUCATION: Ketika Masa Depan Dibangun, Tetapi Guru Terlupakan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Refleksi Hari Pendidikan Nasional) Ada manusia yang begitu fasih berbicara tentang masa depan, tetapi gagap memahami akar pendidikan. Ada yang bersemangat merancang sistem yang canggih, tetapi abai terhadap jiwa-jiwa yang menghidupkannya. Dan ada pula yang sibuk membangun kecerdasan buatan, tetapi lupa memanusiakan manusia yang selama ini membentuk kecerdasan…

Baca Selengkapnya

SINDROM AVARICE: Ketika Nafsu Menjadi Tuhan, Persaudaraan Kehilangan Makna

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada satu penyakit yang tidak tampak di wajah, tetapi menggerogoti jiwa hingga ke akarnya. Ia tidak berisik, tetapi menghancurkan dalam diam. Ia bukan sekadar keinginan memiliki, tetapi hasrat untuk menguasai. Ia bukan sekadar kebutuhan, tetapi nafsu yang tak pernah mengenal kata “cukup”. Itulah *avarice*, yakni kerakusan yang menjelma…

Baca Selengkapnya

RAMADHAN & SAFEGUARDING: Menjaga Nurani di Tengah Divergensi Moral Zaman

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada masa ketika manusia tidak lagi kehilangan kekayaan, tetapi kehilangan arah. Ada zaman ketika kemajuan melesat tinggi, tetapi moralitas justru merosot sunyi. Di tengah gemerlap peradaban modern, manusia sering tampak cerdas dalam teknologi, namun miskin dalam nurani. Kita hidup pada zaman yang penuh konektivitas digital, tetapi justru mengalami…

Baca Selengkapnya

Manipulative Behavior: Ketika Kebaikan Dijadikan Topeng, dan Kebenaran Dipelintir oleh Kepentingan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada manusia yang tersenyum, tetapi senyumnya adalah strategi.Ada yang memuji, tetapi pujiannya adalah jaring.Ada yang berbicara tentang kebenaran, tetapi diam-diam ia sedang menenun kepentingan. Manipulasi tidak selalu hadir dengan suara keras. Ia sering datang dengan bahasa halus, retorika indah, bahkan simbol kesalehan. Ia bukan sekadar kebohongan terang-terangan, tetapi…

Baca Selengkapnya

KONTROVERSI KENCING BERDIRI: Perspektif Fikih Klasik dan Analisis Fikih Kontemporer

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Dalam denyut kehidupan modern yang bergerak cepat, di mana manusia sering mengejar waktu yang seolah berlari tanpa menoleh, bahkan persoalan kecil seperti kencing berdiri bagi laki-laki menjadi diskursus yang menarik. Bahakan sebahagian ulama mengatakan bawa persoalan fikhi yang paling sederhana sekalipun seperti Hukum Kencing berdiri bagi laki-laki, bisa…

Baca Selengkapnya

SAKIT BATIN: Sumber Segala Penyakit

Munawir Kamaluddin (Guru Besar Pendidikan Nilai dan Karakter UIN Alauddin) Dalam sunyi malam yang panjang, kadang tubuh kita rebah bukan karena lelah fisik, tetapi karena jiwa yang diam-diam menanggung luka. Kita terlalu sibuk merawat raga, mengukur kalori, mengejar pola hidup sehat, meneguk vitamin saban pagi, namun melupakan sesuatu yang jauh lebih dalam: jiwa yang sedang…

Baca Selengkapnya

KECANDUAN GOSIP: Antara Kehancuran Diri dan Perpecahan Masyarakat

Munawir Kamaluddin Ada satu hal kecil yang sering dianggap remeh oleh banyak orang, tetapi dampaknya begitu besar hingga mampu menghancurkan harmoni kehidupan. Ia tidak tampak seperti badai besar yang menerjang, namun secara perlahan merusak seperti rayap yang melubangi fondasi kokoh. Hal kecil itu adalah GOSIP, percakapan tanpa manfaat yang berisi kabar burung, celaan, atau bahkan…

Baca Selengkapnya

Aroma Kentut Di Musim Penghujan Bukan Berarti Desember Kelabu

Munawir Kamaluddin Kehidupan manusia ibarat sebuah perjalanan penuh warna. Di sepanjang jalan, kita sering dihadapkan pada peristiwa yang beragam, ada yang menyenangkan, ada pula yang penuh tantangan. Menariknya, beberapa peristiwa dalam hidup sering kali bisa dianalogikan dengan fenomena alam yang tampak sederhana tetapi penuh makna, seperti kentut dan hujan. Kentut, meski dianggap hal kecil, memiliki…

Baca Selengkapnya

MANUSIA TOXIC: Bahaya, Dampak, dan Solusi Islami untuk Kehidupan Bermakna

Munawir Kamaluddin Manusia adalah makhluk sosial yang saling bergantung satu sama lain dalam membangun kehidupan yang harmonis dan bermakna. Namun, dalam dinamika interaksi sosial, tidak sedikit ditemukan individu yang perilaku, ucapan, dan tindakannya justru menjadi racun bagi lingkungan sekitarnya. Fenomena ini dikenal sebagai “manusia toxic,” atau dalam istilah populernya toxic people, yaitu individu yang kehadirannya…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.