Pangkep, muisulsel.or.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan Prof Nadjamuddin menyampaikan tausiah keutamaan silaturahmi dan keberkahan pada acara Pengukuhan Kerukunan Keluarga Arung Leppangang Lamakkaraka di Ponpes Wisata Al Qur’an Kabupaten Pangkep,Kamis 29 Mei 2025.
Dalam tausiyahnya ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi untuk menjaga keberkahan umur.
Lanjutnya silaturahmi merupakan kegiatan saling mengunjungi kepada saudara dan kerabat yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, ada yang menyebut bahwa silaturahmi adalah salah satu resep untuk panjang umur.Benarkan silaturahmi bisa memperpanjang umur?
Dalam ajaran Islam, silaturahmi disebutkan memiliki banyak sekali keutamaan. Keutamaan silaturahmi dijelaskan dalam hadis Rasulullah Saw yang diriwayatkan Bukhari, Muslim, dan perawi lainnya.
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim.”
Hadis tersebut menjelaskan dua keutamaan silaturahmi, yakni kelapangan rezeki dan panjang umur., Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud “dilapangkan rezekinya” adalah diluaskan dan dijadikan banyak hartanya, dan menurut pendapat yang lain, artinya adalah diberi keberkahan harta (meskipun secara lahiriah, harta tidak bertambah banyak).
Lebih lanjut Prof Nadjamuddin mengatakan keutamaan silaturahmi memperpanjang umur, sebagian orang bisa jadi bertanya-tanya. pasalnya, umat Islam selama meyakini bahwa usia seseorang sudah ditetapkan Allah Swt sejak ia di dalam kandungan.

Ia merinci panjang umur sebagai arti kiasan
Penambahan umur atau penangguhan ajal yang dimaksud dalam hadis keutamaan silaturahmi adalah bermakna kiasan mengenai berkahnya usia seseorang. Artinya, dengan sebab silaturahim, seseorang akan diberi kemampuan berbuat ketaatan, dan diberi kemudahan untuk dapat melalui masa hidupnya dengan hal-hal yang memberikan manfaat akhirat.
Selain itu, ia dijaga dari tindakan menyia-nyiakan umurnya dalam hal-hal yang tidak bermanfaat. Jadi silaturahim menjadi sebab bagi seseorang untuk memperoleh taufik (kemampuan berbuat taat) dan menjadi sebab terjaga dari maksiat.
Panjang umur sebagai makna hakiki
Makna panjang umur sebab silaturahmi yang kedua adalah makna hakiki atau arti sebenarnya dan bukan kiasan.
“Contohnya kita ditakdirkan berumur 70 tahun, jika Allah Swt berkehendak, bisa jadi ditambah 10 tahun sebagai berkah dari silaturahmi.Contoh lain seorang dosen maksimal pensiun di usia 64 tahun tapi bisa diperpanjang apabila kinerjanya bagus hingga 70 tahun.Sama halnya juga silaturahmi maka Allah akan panjangkan umurnya.
Selain itu ia juga menekankan pentingnya suami memuliakan istrinya dan berlemah lembut kepada istri sebagai contoh nabi kepada istrinya.
Selain seorang wanita harus taat kepada suaminya dan pandai menjaga kehormatannya maka kelak akan masuk surga.
Sementara dalam sambutan sebelumnya mewakili Keluarga Arung Leppangang Lamakkaraka Muhammad Nazwarulhaq merasa bangga dan bersyukur atas kehadiran Ketum MUI Sulsel.Hadir pula Wakil Bupati Pangkep H Abdul Rahman Assagaf, Ketua Umum MUI Pangkep KH Hasbuddin Halik dan seluruh keluarga besar Arung Leppangang Lamakkaraka.
Irfan Suba Raya
