Liputan Khusus: Rihlah Islamiah ke Uzbekistan
Samarkand, muisulsel.or.id – Kota Samarkand menjadi destinasi Rombongan studi banding Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan dalam studi banding ke Negeri Uzbekistan.
Meski dingin menyengat, rombongan memulai perjalanan di kota Samarkand dengan berziarah ke makam Imam Bukhari yang terletak di Xo’ja Ismoil, Samarkand. Imam Bukhari memiliki nama lengkap Muhammad bin Ismail al Bukhari ini dulunya dijuluki sebagai Amirul Mukminin fil Hadits atau pemimpin orang-orang yang beriman dalam hal ilmu hadis.
Prof. Nadjamuddin mengungkapkan bahwa semasa hidupnya, Imam Bukhari adalah ahli hadis yang termasyhur di antara para ahli hadis yakni Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam buku-buku fiqih dan hadis, hadis-hadisnya memiliki derajat yang tinggi.
Kebesaran akan keilmuan beliau diakui dan dikagumi sampai ke seantero dunia Islam. Sampai beliau meninggal pun, makam Imam Bukhari menjadi tempat ziarah sekaligus wisata religi paling fenomenal. Selain itu, kisah penemuan makam Imam Bukhari juga menjadi sejarah penting bagi umat Muslim.
Rombongan MUI Sulsel agaknya kurang beruntung karena tidak dapat masuk ke lokasi pemakanam karena sedang dalam perbaikan. Rombongan hanya dapat melihat lokasi makam dari kejauhan karena masjid tempat terletaknya makam Imam Bukhari sedang dalam perbaikan

Prof Nadjamuddin pun memimpin doa untuk Imam Bukhari dari kejauhan yang diaminkan oleh para seluruh rombongan yang ada.
“Semoga perjuangan Imam Bukhari dapat kita warisi untuk perjuangan Islam di Indonesia,” pungkasnya sebelum meninggalkan lokasi
Kehadiran rombongan MUI Sulsel di Makam Imam Bukhari merupakan rangkaian dari studi banding MUI Sulsel yang dilaksanakan oleh Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional yang dipimpin oleh Prof. Mustari Mustafa.
Keberadaan Rombongan di Kota Samarkand berlangsung selama dua hari dan selanjutnya menuju kota Bukhara.
