Makassar, muisulsel.or.id – Islam menuntun setiap perilaku dan setiap retorika agar hamba Allah selalu tergiring pada kemuliaan dan kesucian di hadapan Allah Swt
قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ
مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَآ اَذًى ۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya, Maha Penyantun.
Perkataan baik termasuk diantaranya ucapan salam dan sapaan perlu diindahkan dan dipersepsikan secara lebih wajar.
عن أنسٍ رضي الله عنه أنَّ النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا تَكَلَّمَ بِكَلِمَةً أعَادَهَا ثَلاَثًا حَتَّى تُفْهَمَ عَنْهُ، وَإِذَا أتَى عَلَى قَوْمٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ سَلَّمَ عَلَيْهِمْ ثَلاثًا. رواه البخاري.
Rasul saw., bila berbicara satu ungkapan ia mengulang 3 kali hingga ucapan dipahami Dan bila ia mendatangi kaum ia sapa dengan salam tiga kali
Ibnu Battal Rahimullah berkata bahwa pengulangan salam dan materi ucapan dilakukan bila seseorang itu dianggap perkataannya kurang didengar atau kurang dimengerti oleh Audiensinya.
Pengulangan tiga kali itu bertujuan mencapai pemaknaan dan penjelasan yang utuh bagi sang pendengar.
Adapun cara berucap kata dan salam sapa yang baik telah dituntunkan nabi saw., secara berkeadilan agar pendengar ucap kata itu tidak dianggap lalai dan melalaikan sapaan dan ucapan sang penyapa
عن عائشة رضي الله عنها، قالت: كَانَ كَلاَمُ رسول الله صلى الله عليه وسلم كَلامًا فَصْلًا يَفْهَمُهُ كُلُّ مَنْ يَسْمَعُهُ. رواه أَبُو داود.
Rasul saw., perkataannya senantiasa terurai putus putus dipahami setiap orang yang mendengarnya, hal ini bermakna pada kecermatan berucap seperti tidak tergesa gesa, tidak rumit susunan katanya dan tidak panjang sulit dimengerti dan bukan singkat dan singkatan yang tidak mencapai pemaknaan kata.
Ciri ucapkan kata yang sangat baik adalah singkat, padat, gampang dimengerti, tidak bertele tele
قال صلى الله عليه وسلم: ((وَأُعْطِيتُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ وَخَوَاتِمَهُ، وَاخْتُصِرَ لِيَ الكلامُ اخْتِصَارًا))
Rasul Saw., bersabda : “Aku dianugerahi Allah Swt perkataan padat makna “universal” dan penyudahan perkataan juga padat makna, Ucapan padaku itu diikhtisar dengan baik.”
Pesan penting dari suatu perkataan dan salam sapa tak lain adalah dimengerti, dipahami dan direspon oleh yang dengar ucapan itu, maka perlu di ulang dan diperdengarkan secara bijak, Rasulullah saw bersabda:
إذا لقي أحدكم أخاه فليسلم عليه فإن حالت بينهما شجرة أو جدار أو حجر ثم لقيه فليسلم عليه. رواه أبو داود .
Jika seseorang menemui saudaranya hendaklah berucap salam jika setelah itu ia kembali terhalang oleh pohon atau dinding atau batu besar lalu ia menemui saudaranya itu kembali hendaklah ia ucapkan salam kembali.
Ternyata mengulang ucapan dan sapaan salam seluk beluknya telah disyariatkan rasul saw., secara terukur dan bijak sejak dini, artinya metode menyampaikan pesan itu harus jelas dipahami dan harus terukur dapat dimengerti dan direspon oleh yang mendengar perkataan tersebut. Wallahu A’lam.
