Makassar, muisulsel.or.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Mengapresiasi Dialog Konstruktif Antar Komponen Umat di Ballroom Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Ahad 6 Juli 2025.
Kegiatan mengusung tema “Bersama dalam Rumah Besar Islam” ini dimoderatori oleh Prof Muammar Bakry dan Prof Mustari Mustafa ini diselenggarakan oleh Yayasan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar.
Mewakili MUI Sulsel Dr KH Yusri Arsyad dalam arahannya mengapresiasi kegiatan dialog tersebut dan berharap ini bisa menjadi rumah besar umat Islam.Ia juga mengatakan diskusi ini diharapkan bisa mempersatukan lintas ormas Islam.
KH Yusri mencontohkan ketika nabi hijrah ke Madinah yang pertama di bangun adalah masjid kemudian mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.
Lanjutnya nabi juga berhasil membangun negara Madinah setelah mempersatukan seluruh elemen masyarakat dan mereka hidup dengan damai.

Sementara Ketua Umum Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami Prof Hamid Awaluddin mengatakan, toleransi antara lembaga Islam di Indonesia sangat terjaga dan solid. Ia berharap dengan kondisi seperti ini, keadaan itu bisa terjaga hingga masa depan.
“Apa yang terjadi dengan Islam di Indonesia agar bisa kita menyamakan tentang perbedaan-perbedaan itu, meskipun jumlah kita besar, meskipun jumlah organisasi Islam di Indonesia paling banyak. Aktivitas begini kita tradisi kan, kita jadikan sebagai kegiatan yang permanen, kita duduk di meja pikiran apa dan sebagainya,” ujarnya dalam sambutan.
Dialog Konstruktif dihadiri puluhan dari berbagai perwakilan ormas Islam se-Sulawesi Selatan. Tampak antusiasme dari para peserta dialog sangat besar. Beberapa pembahasan dalam dialog ini adalah persatuan, perekoniman, pendidikan, konflik dunia internasional, dan sebagainya.
Kegiatan Rumah Besar Umar Islam ini diharapkan bisa mempersatukan antar lembaga atau ormas Islam tanpa membeda-bedakan antar umat. Adapun lembaga atau ormas Islam yang turut hadir di dialog ini, di antaranya, FKUB Sulsel, Tanfidziyah PW. Nahdlatul Ulama Sulsel, Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Wahdah Islamiyah Sulsel, Salafi, An-Nadzir Sulsel, DDI Mangkoso.
Kemudian LDII Sulsel, Ahlul Bait, Jamaah Tabligh Sulsel, Pondok Pesantren As’adiyah, Hidayatullah, Jam’iyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari, Mursyid Tarekat Al Muhammadiyah Al Sanusiyah Al ldrisiyah Indonesia, dan Jam’iyyatul Islamiyah.
Irfan Suba Raya
