MUI Sulsel Hadiri Pembinaan Mubaligh Jelang Ramadan, Dorong Dakwah Sejuk dan Solusi Persoalan Masjid

Makassar, muisulsel.or.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Dr. KH. Syamsul Bahri Abd Hamid, Lc., MA menghadiri kegiatan Pembinaan Mubaligh dan Muballighat dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Masjid Mushalla Indonesia (DPP IMMIM), bertempat di Gedung Islamic Centre H. Fadeli Luran, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Senin (9/2/2026).

Di sela-sela kegiatan, KH. Syamsul Bahri berharap IMMM terus berinovasi dalam mengembangkan berbagai aplikasi dan program yang dapat memudahkan para mubaligh dan dai dalam menyampaikan dakwah dan ceramah.

Ia menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang sejuk, penuh toleransi, menjunjung kebersamaan, serta mengedepankan sikap saling menghargai di tengah perbedaan, sebagaimana moto IMMIM: bersatu dalam akidah, toleran dalam khilafiah.

Selain itu, IMMIM diharapkan mampu berperan sebagai penunjuk arah, penyeimbang, sekaligus penengah dalam berbagai persoalan kemasjidan. Terutama bagi masjid-masjid yang belum memiliki akses atau jalur komunikasi dengan pihak-pihak terkait dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Melalui IMMIM diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung agar persoalan tersebut dapat ditangani secara tepat dan bijaksana.

Sebagai contoh, saat ini ditemukan adanya masjid yang disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Masjid tersebut dijadikan tempat singgah dan menginap, bahkan diduga digunakan sebagai lokasi pertemuan untuk aktivitas melanggar hukum, seperti transaksi narkoba dan obat-obatan terlarang. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan mencederai fungsi utama masjid.

Melalui jaringan dan relasi yang dimiliki,IMMIM diharapkan dapat membantu pengurus masjid mengatasi persoalan tersebut, sehingga masjid dapat kembali difungsikan sebagaimana mestinya, sebagai tempat ibadah serta pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfaat bagi umat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum YASDIC IMMIM, Dr. Hj. Nurfadjeri FL, SP., M.Pd., yang menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas dai melalui sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan. Ia juga memaparkan ekspose Program Kemitraan Masjid IMMIM periode pertama di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Nurfadjeri mengulas secara singkat sejarah berdirinya IMMIM serta menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Makassar atas kerja sama dan dukungan terhadap penguatan sektor keagamaan. Ia menyebutkan, setiap bulan sekitar 5.000 pekerja keagamaan menerima insentif dari Pemerintah Kota Makassar.

Pembinaan mubaligh ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, antara lain Ketua Umum DPP IMMIM Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA; Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag.; serta Dr. Ahmad Mujahid.

Para narasumber membahas isu-isu strategis seperti penguatan dakwah wasathiyah, profesionalisme dai di tengah masyarakat majemuk, moderasi beragama, serta peran mubaligh dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial, khususnya selama bulan suci Ramadhan.

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.