Sekum MUI Sulsel Terpilih: Perkuat Kekompakan dan Hadirkan Program yang Menjawab Kebutuhan Umat

MAKASSAR — Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan terpilih, Prof. Dr. H. Andi Marjuni, M.Pd., menyampaikan sejumlah harapan usai dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum MUI Sulsel dalam Musyawarah Daerah (Musda) IX MUI Sulsel di Hotel Four Points Makassar, Ahad, 23 Agustus 2026.

Andi Marjuni mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. “Alhamdulillah, saya bersyukur bisa diamanahkan sebagai Sekum,” ujarnya.

Ia mengatakan, Musda IX MUI Sulsel telah menghasilkan kepengurusan baru. Menurutnya, kepengurusan tersebut harus mampu menjaga kesinambungan program sekaligus meningkatkan capaian kepemimpinan sebelumnya.

“Harapan kami sebagai sekretaris, bagaimana kontinuitas kepemimpinan MUI yang kemarin akan kita lebih tingkatkan di masa-masa yang akan datang,” katanya.

Menurutnya, keberlanjutan kepemimpinan dan program menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi organisasi.

“Karena kepemimpinan itu adalah sesuatu yang alami, harus berlanjut sehingga organisasi ini bisa eksis di masa-masa yang akan datang,” jelasnya.

Dalam kepengurusan periode 2026-2031, Andi Marjuni menaruh perhatian pada penguatan internal, khususnya jajaran sekretariat MUI Sulsel.

Ia berharap seluruh tim dapat menjaga kekompakan sekaligus meningkatkan kinerja dalam mendukung berbagai aktivitas organisasi.

“Tentu harapan kami sebagai sekretaris adalah bagaimana kita senantiasa menjaga kekompakan tim, terutama tim anak-anak di sekretariat. Senantiasa membangun kinerja-kinerja yang bagus sehingga bisa mem-publish semua ide-ide yang senantiasa muncul di Majelis Ulama ini,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang ikhlas, amanah, profesional, dan memiliki komitmen tinggi terhadap organisasi.

“Di MUI itu harus menghadirkan manajemen sumber daya manusia yang ikhlas, amanah, profesional dan punya komitmen tinggi dalam mengembangkan organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut penting karena MUI merupakan organisasi keumatan sekaligus organisasi sosial yang membutuhkan sumber daya manusia dengan niat tulus dalam menjalankan amanah.

Andi Marjuni juga menegaskan bahwa program kerja MUI Sulsel ke depan harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia berharap program yang dirumuskan tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal organisasi, tetapi mampu menjawab persoalan dan aspirasi umat.

“Yang kedua, senantiasa menghadirkan program-program kerja yang betul-betul memang diminati oleh masyarakat,” katanya.

Menurutnya, MUI Sulsel juga perlu membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Program kerja nanti yang dirumuskan oleh MUI itu adalah bagaimana mampu mensinergikan antara keinginan-keinginan pemerintah dengan keinginan masyarakat,” ujarnya.

Dengan demikian, MUI diharapkan dapat terus mengambil peran sebagai mediator dalam berbagai persoalan kebangsaan, kenegaraan, dan kemasyarakatan.

“Sehingga MUI ini menjadi mediator terhadap sebuah eksistensi kebangsaan dan kenegaraan dan kemasyarakatan,” pungkasnya.

Musda IX MUI Sulsel juga menetapkan Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Safa, Lc., MA. kembali sebagai Ketua Umum MUI Sulsel untuk periode 2026–2031.

Sementara Ir. H. Andi Thaswin Abdullah, M.T. dipercaya sebagai Bendahara Umum MUI Sulsel.

Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi MUI dalam menjawab berbagai persoalan keumatan dan kemasyarakatan di Sulawesi Selatan.

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.