HIKMAH HALAQAH: Kisah Perjalanan Nabi Musa AS

AGH Prof Dr Nadjamuddin AS, Lc MA (Ketua Umum MUI Sulsel)

Makassar, muisulsel.or.id – Menurut para ahli sejarah menyebutkan tentang nasab Nabi Musa AS yang juga adalah keturunan \. Ia lahir setelah bapaknya yakni Imran berumur 70 tahun.

Nabi Musa adalah keturunan Bani Israel dan ia lahir di tanah Mesir, yang saat itu sedang di landa cobaan yang sangat besar, dan pada saat itu Fir’aun yang sedang berkuasa adalah raja Ramses II yang hingga saat ini jasad atau Mummy-nya masih utuh di museum Mesir.

Saat Ramses II ini berkuasa, ia memerintahkan kepada seluruh tentaranya untuk membunuh anak bayi laki-laki yang lahir, disebabkan karena penyampaian sang ahli nujum yang mengatakan bahwa tidak lama lagi akan lahir seorang anak yang akan meruntuhkan kerajaannya.

Sepanjang sejarah kerajaan Mesir, tidak pernah terjadi adanya penguasa yang sangat kejam dan semena mena terhadap rakyatnya, khususnya Bani Israel ini. Ia membagi tiga kelompok kaum ini, sebagian kelompok hanya bertugas sebagai pekerja buruh bangunan, sebagian lagi sebagai kelompok petani, dan sebagian lagi sebagai kelompok yang hina pekerjaannya, dan inilah yang sering di sebut-sebut dalam Alquran.

Istri Fir’aun bernama St Asiah adalah salah satu wanita yang sangat mulia yang di contohkan dalam Alquran, oleh karena ia beriman dan mengikuti agama Nabi Musa.

Awal mula kekejaman Fir’aun ketika ia bermimpi melihat api yang besar dari arah Syam atau Palestina yang membakar Mesir, lalu Fir’aun mengumpulkan para ahli nujum dan ahli ramal untuk mena’wilkan arti dari mimpi tersebut.

Maka berkatalah mereka bahwa suatu saat nanti akan lahir seorang anak laki-laki dari Bani Israel, yang akan mengalahkan Fir’aun dan mengalahkan serta meruntuhkan kerajaannya, dan juga mengganti agamanya.

Dengan dasar inilah maka Fir’aun memerintahkan untuk membunuh seluruh anak laki-laki dari Bani Israel, bahkan wanita yang sedang hamil pun disiksa kemudian dibunuh oleh tentaranya.

Lalu bagaimanakah nasib Nabi Musa saat turun perintah Fir’aun untuk membunuh anak laki-laki yang lahir? Mengapa Nabi Harun bisa bebas dari kekejaman Fir’aun pada waktu itu? Ikuti kisah lengkapnya pada link video berikut ini.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.