Komisi Kerukunan MUI Sulsel Perkuat Sinergi Lintas Agama

MAKASSAR — Komisi Kerukunan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan memetakan tiga program prioritas utama untuk masa bakti lima tahun ke depan. Program ini difokuskan untuk memperkuat harmoni, persatuan, serta sinergi lintas agama di wilayah Sulawesi Selatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Bidang Komisi Kerukunan MUI Sulsel, Ir H M Amran Aminullah, SP, MM, saat memaparkan arah kebijakan lembaganya, Sabtu (7/11/2026). Ia menjelaskan bahwa tiga program prioritas tersebut dirancang untuk menyikapi dinamika sosial dan geostrategis kenegaraan saat ini.

​Program pertama adalah penyelenggaraan Forum Komunikasi Lintas Agama. Melalui program ini, MUI Sulsel akan menjadi garda terdepan dalam menyikapi kondisi geostrategis dan dinamika kenegaraan.

“Rencana kerja ini mencakup penguatan kerja sama melalui majelis-majelis agama, di mana seluruh organisasi keagamaan di Sulawesi Selatan akan disinergikan dalam forum tersebut,” ujarnya.

Selain itu, MUI Sulsel juga akan membentuk grup komunikasi khusus di tingkat komisi kerukunan guna merespons perkembangan dinamika di masing-masing daerah secara cepat.

​Program utama kedua berfokus pada harmonisasi di antara seluruh umat beragama di Sulawesi Selatan. Tujuan utama dari langkah ini adalah memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi dinamika global dan kendaraan saat ini.
​

MUI Sulsel bertekad untuk menyatukan dan menjaga kerukunan antarumat beragama agar tidak terjadi tumpang tindih dengan program organisasi keagamaan lainnya.

“Sasaran dari program ini mencakup seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, komunitas, masyarakat umum, hingga para pemangku kebijakan (stakeholders). Diharapkan, forum komunikasi lintas agama ini dapat menjadi role model dalam membina kerukunan,” ungkapnya.

​Program prioritas ketiga adalah kerja sama dengan lembaga ketahanan nasional serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan dalam rangka mengimplementasikan wawasan kebangsaan dan bela negara lintas agama.
​

Dalam pelaksanaannya, MUI Sulsel juga akan menggandeng Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) beserta Dewan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL)—mengingat sejumlah pengurus MUI Sulsel saat ini merupakan alumni Lemhannas—serta pemangku kepentingan organisasi keagamaan lainnya.

​MUI Sulsel optimis dapat terus menjadi teladan dalam merawat kebersamaan, menjaga integrasi sosial, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Selatan.

Mahbuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.