Makassar, muisulsel.or.id – Steering Committee (SC) Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan dan Pengukuhan; Ta ‘ aruf Pengurus MUI Sulsel Masa Khidmat 2026 – 2031 terus mematangkan berbagai persiapan.
Dalam pertemuan yang digelar di Kopitiam, Jalan Amanagappa, Makassar, Jumat (8/8/2026), SC membahas sejumlah rumusan penting sekaligus memfinalisasi materi yang akan menjadi bagian dari pelaksanaan Musda IX MUI Sulsel.
SC telah mempersiapkan sejumlah materi, mulai dari tata tertib hingga berbagai bidang strategis yang dinilai penting untuk memperkuat peran MUI Sulsel ke depan.
Beberapa bidang yang menjadi perhatian di antaranya penguatan Komisi Fatwa, pengembangan ekonomi syariah, hukum, dakwah, dakwah kontemporer, hingga dakwah modern.
Selain itu, isu penanggulangan bencana, kesehatan, teknologi informasi (IT), ukhuwah, lingkungan, serta sejumlah persoalan strategis lainnya juga menjadi bagian dari materi yang dipersiapkan.
“SC sudah hampir memfinalkan materi persiapan untuk Musda ke-9. SC sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari tata tertib, materi, dan terutama beberapa bidang-bidang yang penting,” ungkap Ketua SC, Ir. H. Andi Thaswin Abdullah,MT.
Menurutnya, berbagai materi yang disiapkan dalam nantinya lebih bersifat konseptual dan menjadi panduan bagi kepengurusan MUI Sulsel ke depan.
Sementara implementasi dari berbagai gagasan tersebut akan ditindaklanjuti melalui musyawarah kerja setelah kepengurusan baru terbentuk.

“Karena ini Musda, nanti Musda ditindaklanjuti dengan musyawarah kerja. Jadi apa yang kami paparkan di sini materinya bersifat konseptual saja, bersifat panduan, nanti diimplementasikan lagi pada saat rapat kerja oleh pengurus yang terpilih,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum MUI Sulsel.
Lebih lanjut materi garis-garis besar program kerja hasil Musda IX MUI Sulsel nantinya akan dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Sulsel. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan Ta’aruf, Pelantikan, dan Pengukuhan Pengurus MUI Sulsel masa khidmat 2026–2031.
Sementara itu, Prof. Dr. H. M. Arfin Hamid, SH., MH. berharap Musda IX MUI Sulsel dapat berlangsung efektif dan lancar, terutama dalam proses pemilihan ketua yang akan memimpin MUI Sulsel untuk periode mendatang.
Menurutnya, sosok ketua yang terpilih diharapkan mampu mengayomi umat sekaligus membawa MUI Sulsel berkontribusi lebih besar dalam membangun kehidupan masyarakat yang berkeadaban.
“Kita berharap agar Musda kali ini berjalan efektif, lancar, terutama dalam pemilihan ketua. Ketua yang kita harapkan agar bisa mengayomi umat, khususnya dalam membangun masyarakat Sulawesi Selatan yang berkeadaban,” tuturnya yang juga merupakan Wakil SC.
Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sulsel tersebut berharap Musda IX MUI Sulsel tidak hanya menjadi momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan arah dan strategi penguatan peran ulama dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat di masa mendatang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pengurus MUI Sulsel, yakni Prof. Dr. Hj. Siti Aisyah Kara, MA., Ph.D., selaku Ketua Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga (PRK); Prof. Dr. H. M. Natsir Hamzah, SE., M.Si., selaku Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat; Dr. KH. Syamsul Bahri Abd Hamid, Lc., MA., selaku Sekretaris Komisi Fatwa; serta Dr. KH. Abdul Wahid Hadade, MA., selaku anggota Komisi Fatwa MUI Sulsel.
*Irfan Suba Raya*
