MAKASSAR — Musyawarah Daerah (Musyda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan memasuki salah satu tahapan paling menentukan. Sidang Pleno VI , Ahad (23 Agustus 2026), di Four Points by Sheraton Makassar, menetapkan 15 anggota Tim Formatur yang akan berperan penting dalam menyusun kepengurusan MUI Sulsel dan Pimpinan Dewan Pertimbangan MUI Sulsel masa khidmat 2026–2031.
Sidang berlangsung dinamis dan penuh perhatian. Dipimpin Prof Arfin dan didampingi Prof Abdul Wahid Haddade sebagai sekretaris, peserta menyampaikan sejumlah pandangan terkait komposisi formatur dan arah kepemimpinan MUI Sulsel lima tahun ke depan.
Pembahasan bahkan sempat menghangat ketika peserta menyoroti agar kepengurusan MUI setelah Ketua Umum terpilih agar segera diselesaikan, agar pelayanan keumatan tidak terhenti, termasuk pelayanan sertifikasi halal bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Perhatian lain datang dari unsur TNI AU yang mengusulkan pentingnya keterwakilan rohaniwan TNI dalam tim formatur. Usulan ini dikaitkan dengan sejarah dan kontribusi MUI dalam pembinaan kehidupan keagamaan di lingkungan TNI.
Setelah berbagai pandangan dan interupsi, sidang kemudian diskors. Peserta bersama panitia melakukan musyawarah untuk menyusun komposisi formatur dengan mempertimbangkan keterwakilan wilayah, pesantren, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan Islam.
Peserta juga mendorong hadirnya figur-figur baru yang belum pernah menjadi formatur. Regenerasi dinilai penting agar kepemimpinan MUI Sulsel semakin kuat, representatif, dan mampu menjawab tantangan umat yang terus berkembang.
Hasil musyawarah menetapkan 15 anggota Tim Formatur:
1. Ag Drs KH Nurullah — Dewan Pertimbangan MUI Sulsel/Demisioner
2. Ag Prof Dr KH Najamuddin Lc MA — Ketua Umum MUI Sulsel/Demisioner
3. Prof Dr KH Muammar Bakry Lc M Ag — Sekretaris Umum MUI Sulsel/Demisioner
4. Ir H Andi Thaswin Abdullah — Bendahara Umum MUI Sulsel/Demisioner
5. KH Abu Bakar Paka — MUI Gowa/Zona 1
6. Dr Hamzah Israil — MUI Kabupaten Bantaeng/Zona 2
7. Prof Dr KH Hannani M Ag — MUI Kota Parepare/Zona 3
8. Dr KH Yunus Pasanreseng M Ag — MUI Kabupaten Wajo/Zona 4
9. Anang Ismail — MUI Kabupaten Luwu/Zona 5
10. Prof Dr H Andi Marjuni M Pd I — PWNU Sulsel
11. Prof Dr KH Mustari Bosra MA — PW Muhammadiyah Sulsel
12. KH Hasid Hasan Palogai — PW Perti Sulsel
13. Dr Abdul Majid M Pd — PW Al Washliyah Sulsel
14. Dr H Akhmad Syahid M Pd — Utusan UMI
15. Prof Dr KH Afifuddin Harisah Lc M Ag — Pondok Pesantren An Nahdlah
Penetapan ini menjadi titik penting Musyda IX MUI Sulsel. Selanjutnya, Tim Formatur akan menjalankan amanah untuk menyusun kepengurusan MUI Sulsel periode 2026–2031.
Di tangan 15 formatur tersebut, berbagai aspirasi dan harapan umat akan dipertemukan. Mereka bukan sekadar menyusun struktur kepengurusan, tetapi ikut menentukan siapa yang akan membawa nahkoda MUI Sulsel dan bagaimana arah perjuangan kelembagaan ini selama lima tahun mendatang.
Musyda IX MUI Sulsel pun memasuki babak yang semakin menentukan.
Amanah sedang dirumuskan. Kepemimpinan sedang ditentukan. Dan arah perjuangan umat Sulawesi Selatan untuk lima tahun ke depan mulai terbentuk.
Muhammad Sulfadli
