HIKMAH HALAQAH: Dalam Sehari, Berapa Banyak Amal yang Bisa Kita Kumpulkan?

Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, MA (Bidang Pendidikan MUI Sulsel)

MAKASSAR — Rasulullah SAW memberikan teladan kepada umat Islam tentang pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan amal kebaikan. Dalam sehari, seorang Muslim dapat mengumpulkan berbagai bentuk ibadah, baik yang bersifat personal maupun yang memberikan manfaat kepada orang lain.

Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, MA, dari Bidang Pendidikan MUI Sulsel, menjelaskan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Hadis tersebut membahas rangkaian pertanyaan Rasulullah SAW kepada para sahabat mengenai sejumlah amal yang telah mereka lakukan dalam satu hari.

“Ini masih dari Abu Hurairah, tapi hadis yang berbeda, sekalipun ada kesamaannya,” jelasnya dalam kajian Hikmah Halaqah.

Prof.Kamaluddin menerangkan bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat mengenai siapa yang sedang melaksanakan puasa pada hari itu.

“Nabi bertanya kepada para sahabat, siapa hari ini yang sedang melaksanakan puasa?” ujarnya.

Menurutnya, puasa yang dimaksud dalam pertanyaan tersebut adalah puasa sunnah. Sebab, jika yang dimaksud adalah puasa wajib, Nabi SAW tidak perlu menanyakan hal tersebut kepada para sahabat.

“Dan yang dimaksud oleh Nabi itu puasa sunnah. Karena kalau puasa wajib, Nabi tidak bertanya, pasti semua puasa,” jelasnya.

Setelah pertanyaan tersebut disampaikan, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menjawab bahwa dirinya sedang berpuasa.

“Qāla Abū Bakrin radhiyallāhu ‘anhu. Abu Bakar kemudian menjawab, saya, puasa hari ini,” tuturnya.

Rasulullah SAW kemudian kembali bertanya mengenai amal lainnya yang dilakukan para sahabat pada hari tersebut.

“Nabi kemudian bertanya lagi, faman tabi’a minkumul yauma janāzah? Siapa yang di antara kalian tadi mengantar jenazah?” lanjutnya.

Pertanyaan tersebut menunjukkan luasnya ruang amal dalam kehidupan seorang Muslim. Ibadah tidak hanya dilakukan dalam bentuk ritual pribadi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.

Puasa sunnah merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT, sementara mengantar jenazah merupakan bentuk kepedulian sosial kepada saudara sesama Muslim.

Hadis tersebut mengajarkan bahwa satu hari dapat diisi dengan berbagai amal kebaikan. Setiap kesempatan dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak pahala, baik melalui ibadah pribadi maupun aktivitas sosial.

Teladan Abu Bakar RA juga menunjukkan semangat para sahabat dalam memanfaatkan waktu untuk beramal. Karena itu, seorang Muslim perlu membangun kebiasaan untuk tidak membiarkan hari berlalu tanpa kebaikan.

Dengan niat yang ikhlas, berbagai aktivitas yang dilakukan untuk kebaikan dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selengkapnya, simak video di bawah ini.

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.