Ketua MUI Sulsel: Jangan Hanya Meminta dalam Doa, Periksa Makanan yang Kita Konsumsi

MAROS, muisulsel.or.id – Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd Safa, mengingatkan umat Islam agar tidak hanya berharap doanya dikabulkan Allah SWT, tetapi juga memperhatikan kehalalan makanan dan sumber rezeki yang dikonsumsi.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Najamuddin saat menyampaikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Nur Arrahman, Kabupaten Maros ,Jalan Lanto Daeng Pasewang,Rabu (9/9/2026).

Prof.Najamuddin mengutip firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 186 yang menegaskan bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya dan mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Nya.

“Kalau kita berdoa, coba kita periksa diri kita. Bagaimana makanan kita? Apakah halal atau tidak?” ujar Prof.Najamuddin.

Menurutnya, persoalan halal tidak hanya menyangkut jenis makanan, tetapi juga cara memperolehnya. Makanan yang masuk ke tubuh harus berasal dari sumber yang halal dan tidak diperoleh dengan mengambil hak orang lain.

Ia kemudian mengisahkan cerita Ibrahim bin Adham yang disebut sebagai seorang ulama besar. Dalam kisah tersebut, Ibrahim pernah memakan kurma yang ternyata bukan menjadi haknya. Ia kemudian berusaha mencari pemilik kurma tersebut untuk menyelesaikan persoalan itu.

“Persoalan halal dan haram jangan dianggap sepele. Apa yang masuk ke dalam tubuh kita harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Selain makanan halal, Prof.Najamuddin menekankan pentingnya keikhlasan dalam beramal. Ia mengisahkan cerita tentang Ali bin Abi Thalib yang pernah menanyakan kepada seseorang, salat mana yang lebih mungkin diterima Allah.

Orang tersebut menjawab bahwa salat pertamanya lebih mungkin diterima karena saat itu ia salat karena Allah, sedangkan salat berikutnya dilakukan karena takut kepada manusia.

“Kalau kita melakukan sesuatu, jangan karena takut kepada manusia dan jangan karena ingin dipuji. Lakukan karena Allah,” tegasnya.

Prof.Najamuddin juga meminta jamaah tidak berburuk sangka ketika doa belum segera dikabulkan. Menurutnya, Allah memiliki cara tersendiri dalam menjawab doa.

“Ada kalanya Allah memberikan langsung apa yang kita minta. Ada kalanya yang diberikan bukan yang kita minta, tetapi sesuatu yang lebih baik,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak umat untuk terus berdoa, menjaga kehalalan rezeki, dan meluruskan niat dalam setiap amal.

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.