Ketua MUI Sulsel Pimpin Doa pada Kegiatan Tasbih JKN di Makassar

MAKASSAR— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH.Najamuddin Abd Safa, Lc., MA., memimpin doa pada kegiatan Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah JKN (Tasbih JKN) yang diikuti para dai dan daiyah se-Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hyatt Place Makassar, Rabu (23/9/2026). Dalam kesempatan itu, Prof. Najamuddin memanjatkan doa agar seluruh rangkaian kegiatan Tasbih JKN berjalan lancar, kondusif, dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Dalam doanya, Prof.Najamuddin juga memohon agar seluruh peserta diberikan kesehatan, kelancaran, serta kemudahan dalam mengikuti kegiatan hingga selesai.

“Ya Allah, semoga acara Tasbih yang diselenggarakan ini berjalan dalam suasana yang kondusif, berjalan dengan lancar, dan mendapatkan keberkahan,” demikian doa yang disampaikan Prof. Najamuddin.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi juga mampu memperkuat sinergi antara JKN dengan para dai dan daiyah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Melalui peran insan dakwah, pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kepedulian terhadap sesama diharapkan dapat semakin mudah diterima masyarakat.

Prof. Najamuddin juga mendoakan seluruh pihak yang terlibat agar diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan Tasbih JKN menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara penyelenggara Program JKN dan para tokoh agama dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI, KH. Cholil Nafis, menjelaskan bahwa semangat perlindungan sosial dapat dibangun melalui konsep ta’aruf, ta’awun, dan takaful. Setelah saling mengenal, masyarakat diharapkan dapat saling menolong dan kemudian meningkatkan semangat tersebut menjadi saling melindungi.

Ia menyebut konsep BPJS Kesehatan sejalan dengan semangat tersebut. Iuran yang dibayarkan peserta dikelola untuk membantu memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat.

“Yang membayar kita semua, lalu dikoordinasi oleh BPJS Kesehatan sebagai amanah dari pemerintah untuk melaksanakan bagaimana menyebar dan memeratakan tentang kesehatan di Indonesia,” katanya.

KH. Kholil juga menyoroti kondisi para takmir masjid dan pengurus panti asuhan yang menurutnya perlu mendapat perhatian dalam perlindungan kesehatan.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengajak para dai dan daiyah di Sulawesi Selatan bersama-sama memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan aktif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. Evi Mustikawati, juga mendorong para dai dan daiyah ikut memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Program JKN.

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.