BENTENG KEDAULATAN DI UJUNG TANDUK: Soliditas TNI, Polri, dan Rakyat yang Diuji

Munawir Kamalauddin (Gueu Besar UIN Alauddin Makassar) Negeri ini berdiri bukan semata-mata karena piagam, teks proklamasi, atau tinta perjanjian politik. Indonesia berdiri karena darah dan air mata, karena doa para ulama, karena perjuangan para pejuang, dan karena persatuan segenap anak bangsa yang mengikhlaskan jiwa raga demi satu kata: Merdeka. Sejak awal, TNI lahir dari rahim…

Baca Selengkapnya

ANARKISME DI JALAN: Luka Bangsa atau Alarm Keadilan?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Mari sejenak kita berhenti dari kebisingan dunia, menutup gawai, menundukkan kepala, dan bertanya pada diri sendiri, apa yang lebih dulu padam dalam jiwa kita, rasa kasih kepada sesama, atau rasa takut kehilangan kepentingan pribadi? Saat jalanan dipenuhi amarah, apakah yang sejatinya kita tuntut adalah keadilan, atau sekadar melampiaskan…

Baca Selengkapnya

AJULA (Agustus Jumat Kelabu): Rakyat Bergerak Menuntut Keadilan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin) Agustus seharusnya menjadi bulan penuh syukur. Bulan ketika rakyat Indonesia merayakan kemerdekaan, mengenang perjuangan para pendiri bangsa, mengibarkan bendera dengan bangga, dan menikmati buah kebebasan yang diperjuangkan dengan darah dan air mata. Namun, ironi menyayat, Agustus 2025 bukan bulan perayaan, melainkan bulan kegelisahan. Bukan bulan persatuan, melainkan bulan pertentangan….

Baca Selengkapnya

MERDEKA TANPA INTEGRITAS: Sebuah Kebohongan Kolektif?.”

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernahkah kita duduk di malam yang sunyi, menatap bendera berkibar di tiang, dan bertanya pada diri sendiri, Apakah kita sungguh merdeka? Apakah kemerdekaan yang kita rayakan setiap 17 Agustus hanyalah seremonial yang indah, parade yang meriah, lagu yang mengalun, sementara hati kita masih terpenjara oleh kebohongan, ketakutan, dan…

Baca Selengkapnya

KAMBING HITAM: Saat Diri Tak Siap Bercermin, Orang Lain Jadi Tumbal

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernahkah kita menuding orang lain atas kegagalan kita, padahal luka itu kita gores sendiri? Mengapa kita lebih cepat mengangkat jari telunjuk daripada menunduk untuk bercermin? Apakah mudahnya kita menyalahkan orang lain hanya cara halus menutupi rasa takut kita akan tanggung jawab? Tidakkah kita sadar, bahwa melempar kesalahan kepada…

Baca Selengkapnya

KEJAR DAKU KAU KUTANGKAP: Dunia Penjara Tanpa Jeruji

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernahkah engkau berlari mengejar sesuatu, lalu justru engkau yang ditangkap oleh apa yang kau kejar? Apakah dunia ini tempat perhentian, atau hanya persinggahan semu yang sering kita anggap abadi? Mengapa manusia yang mengejar dunia sering kehilangan dirinya, dan justru tak pernah menemukan makna sejatinya? Tidakkah kau merasa, semakin…

Baca Selengkapnya

JALAN BUNTU ATAU BERTAHAN?, Sebuah Renungan Falsafis-Spiritual

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernahkah engkau merasa bahwa seluruh pintu seolah tertutup padamu, padahal engkau belum mengetuk semuanya? Pernahkah engkau menyebut bahwa tak ada jalan keluar, padahal engkau bahkan belum melangkah satu jengkal untuk mencarinya? Mengapa kita begitu cepat menyerah sebelum luka itu benar-benar sembuh, atau sebelum fajar benar-benar menyingsing? Apakah mungkin…

Baca Selengkapnya

SERBA SALAH: Haruskah Diam atau Bereaksi?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada ungkapan yang mengatakan “Serba salah menjadi Orang Susah, Tapi Lebih Susah menjadi Orang Serba Salah.” Pernahkah engkau merasa menjadi diri sendiri pun serba salah? Berjalan terlalu cepat, kau dituduh meninggalkan. Diam terlalu lama, kau dianggap tak peduli. Berbicara apa adanya, mereka bilang tak tahu adab.Menjaga tutur, mereka…

Baca Selengkapnya

BAHAGIA DI ATAS RINTIHAN ORANG LEMAH: Kesuksesan Berlumur Air Mata, Bolehkah?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernahkah kita tersenyum puas, sementara ada air mata yang mengalir diam-diam karena kebijakan atau keputusan kita? Pernahkah kita duduk di kursi kehormatan, namun sesungguhnya berdiri di atas punggung orang-orang lemah yang tak mampu melawan? Berapa banyak keberhasilan kita yang diam-diam berhutang pada kebisuan mereka yang tak punya suara?…

Baca Selengkapnya

SUKSES TANPA KORBAN: Meraih Puncak Tanpa Melukai

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri… Mengapa sebagian orang merasa harus menginjak orang lain untuk bisa berdiri lebih tinggi? Mengapa ada yang tega mengorbankan rekan, saudara, bahkan sahabatnya demi sepotong pencapaian dunia yang belum tentu langgeng? Mengapa kita semakin sering melihat orang memanjat tangga sukses bukan dengan kerja…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.