HIKMAH HALAQAH: Macam-macam Zikir

AG Dr. KH. Baharuddin AS, MA, (Ketua MUI Makassar/Ketua Yayasan Masjid Raya Makassar)

Makassar, muisulsel.or.id – Para tokoh suci telah menjelaskan secara rinci bagaimana jalan yang akan ditempuh menuju Allah, dan menjelaskan pula tempat-tempat persinggahannya dan maqamnya.

Para sufi pula telah menjelaskan sarana-sarana yang digunakan untuk melakukan perjalanan. Abu Bakar Al-Kattani menjelaskan saat menanyakan hal itu kepada Abu Said Al-Harraz, ia bertanya perihal apa jalan pertama yang bisa ditempuh untuk sampai kepada Allah.

Lalu Abu Al-Harraz mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah bertaubat kepada Allah. Namun, taubat ini pun memiliki syarat-syarat.

Setelah benar-benar bertaubat maka ia akan berpindah pada ketakutan terhadap Allah, yakni merasakan takut kepada-Nya. Nah rasa takut ini berbeda dengan takwa, oleh karena rasa takut atau istilahnya khauf ini selalu merasa takut jika tidak diterima atau kurang terhadap Allah.

Setelah melalui jalan khauf ini, maka berpindah lagi ke jalan Ar-Raja’ atau pengharapan. Artinya seseorang itu selalu mengharapkan rahmat, bantuan, dan anugerah dari Allah.

Setelah melewati beberapa tahap tadi, maka berpindah ia kepada maqam As-Salihin yakni kategori orang-orang yang saleh, lalu beranjak menuju posisi Al-Muridin atau murid. Kemudian beranjak kepada derajat orang yang taat.

Selanjutnya masih terdapat beberapa tahapan lagi untuk bisa sampai kepada Allah, yang mana derajat paling tinggi adalah Al-Muqarrabin yakni orang-orang yang dekat kepada-Nya.

Lalu apakah zikir-zikir yang harus dilakukan untuk mencapai derajat orang-orang dekat ini? Simak ulasan lengkapnya pada video kajian di link berikut ini.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.