HIKMAH HALAQAH: Doa Istisqa, Merendahkan Diri di Hadapan Allah SWT

Prof. Dr. KH. Faried Wadjedy, Lc., M.A.(Dewan Pertimbangan MUI Sulsel)

MAKASSAR — Doa istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan sebagai rahmat Allah SWT.

Dalam pelaksanaan istisqa, terdapat pesan penting tentang bagaimana seorang hamba menempatkan dirinya di hadapan Allah. Umat dianjurkan datang dengan menunjukkan kerendahan diri, ketundukan, serta rasa membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Karena itu, masyarakat yang mengikuti istisqa dianjurkan tidak berhias secara berlebihan dan mengenakan pakaian yang sederhana. Hal tersebut menjadi simbol kerendahan hati seorang hamba ketika menghadap Allah SWT.

Pesan tersebut bukan sekadar persoalan penampilan. Lebih dari itu, ia menggambarkan kesadaran manusia bahwa dirinya lemah, terbatas, dan sangat membutuhkan rahmat serta pertolongan Allah SWT.

Manusia boleh memiliki kekayaan, jabatan, kedudukan, dan berbagai kelebihan dalam kehidupan. Namun, semua itu tidak membuat manusia terbebas dari ketergantungannya kepada Allah.

Dalam doa istisqa, pemerintah bersama masyarakat berkumpul untuk memohon pertolongan Allah. Mereka datang bukan dengan kesombongan, melainkan dengan penuh harap, ketundukan, dan kesadaran atas kelemahan diri.

Dalam penjelasan tersebut juga disebutkan pelaksanaan dilakukan pada hari keempat dari hari-hari puasa, dalam keadaan masyarakat masih menjalankan ibadah puasa.

Puasa menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menahan diri dari berbagai keinginan, manusia belajar merasakan keterbatasan sekaligus memperkuat ketakwaan.

Pesan utama istisqa bukan hanya tentang meminta hujan. Lebih dari itu, istisqa mengajarkan manusia untuk mengakui ketergantungannya kepada Allah, memperbanyak doa, memperbaiki diri, dan meninggalkan kesombongan.

Ketika manusia merasa sangat membutuhkan hujan, sesungguhnya ia sedang diingatkan bahwa seluruh kehidupannya juga bergantung pada rahmat dan kehendak Allah SWT.

Karena itu, momentum istisqa seharusnya menjadi ruang untuk melakukan introspeksi. Kesulitan yang dihadapi manusia dapat menjadi pengingat agar semakin dekat kepada Allah dan memperbanyak amal kebaikan.

Doa istisqa mengajarkan satu hal penting: semakin manusia menyadari kelemahannya, semakin ia memahami betapa besar kebutuhannya kepada Allah SWT.

Selengkapnya, simak video di bawah ini.

Irfan Suba Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.