Kepedulian Sebagai Manifestasi Iman dan Islam

H. Shaifullah Rusmin

Makassar, muisulsel.or.id – Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, disebutkan bahwa di saat Rasulullah SAW sedang berkhutbah, masuklah sahabat yang bernama Sulaik al-Ghatfani dan langsung duduk di hadapan Rasulullah SAW.

Nabi SAW kemudian bertanya di sela-sela Khutbahnya: “Wahai Fulan, apakah engkau sudah melaksanakan shalat dua raka’at?” Sulaik
menjawab: “Belum, wahai Rasulullah.” Nabi SAW kemudian memerintahkannya umtuk berdiri dan menunaikan dua Rakaat.

Hadis ini oleh kalangan ulama Fikih dijadikan dalil tentang sunnahnya mendirikan shalat tahiyatul masjid meskipun khatib sudah berada di atas mimbar. Namun beberapa ulama melihat konteks mengapa secara khusus sahabat itu disuruh oleh Nabi untuk bangkit dari duduknya dan berdiri melaksanakan shalat dua rakaat di tengah-tengah sahabat yang sedang mendengarkan khutbah Nabi SAW.

Menurut mereka, Nabi SAW ingin menunjukkan keadaan memprihatinkan Sulaik dengan pakaian yang compang-camping kepada para sahabatnya yang telah berada di masjid. Rasulullah SAW ingin menggugah kepedulian dan keprihatinan para sahabat untuk membantu Sulaik.

Hal yang sama ditunjukkan Rasulullah dalam riwayat yang masyhur tentang sahabat yang bernama Tsa’labah yang setiap selesai shalat dia bergegas meninggalkan masjid. Ternyata, Tsa’labah dan isterinya hanya memiliki satu kain yang digunakan untuk shalat. Di akhir kisah, Nabi SAW meminta sahabat-sahabatnya untuk memberi kepedulian atas keadaan keluarga Tsa’labah dan akhirnya bisa terbantu. Meskipun akhirnya Tsa’labah ingkar atas nikmat Allah SWT yang ia dapat melalui perantaraan doa Rasulullah dan bantuan para sahabatnya.

Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dibawah ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.