KEMATIAN SUNYI DEMOKRASI: Catatan Gelap Para Pemilik Sah Republik

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UINAlauddin Makassar) Pertanyaan paling sunyi dalam sejarah bangsa ini bukanlah “siapa yang memimpin?”, melainkan “siapa yang sesungguhnya memiliki republik ini?”. Pada suatu masa, kita dipaksa bertanya dalam lirih yang gemetar. Apakah demokrasi benar-benar masih hidup, ataukah ia hanya ritual yang dipentaskan setiap lima tahun. Disanjung dengan tepuk tangan, tetapi kehilangan ruh…

Baca Selengkapnya

REPUBLIK TANPA RUANG BERNAFAS: Operasi Senyap di Balik Demokrasi

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin) Adakah yang lebih menyakitkan daripada hidup di negeri yang tampak merdeka, namun warganya tak lagi merasa bebas untuk menghela napas? Apakah arti demokrasi bila suara rakyat hanya menjadi gema di ruang hampa, sementara keputusan besar disusun oleh mereka yang tak pernah tidur demi ambisi kekuasaan? Dan sampai kapan bangsa…

Baca Selengkapnya

DEMOKRASI TANPA JANTUNG: Sketsa Kelam Oligarki Nusantara

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada satu pertanyaan yang pelan-pelan menghantui nurani bangsa ini, siapa yang sebenarnya berdetak dalam dada republik kita? Apakah ia masih denyut tulus rakyat, atau hanya gema langkah segelintir elite yang mengatur arah bangsa dari ruang-ruang yang tidak pernah terlihat? Demokrasi kita sering tampak gagah dari jauh. Tetapi ketika…

Baca Selengkapnya

DARI LUKA BANGSA KE AGENDA PRABOWO: Menata Kepemimpinan yang Menyentuh Titik Paling Rentan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada sebuah kegelisahan yang perlahan tumbuh di dada bangsa ini, sebuah desir halus yang kadang hanya terdengar ketika malam sedang sangat sunyi. Di balik hiruk-pikuk politik, kita sesungguhnya sedang mencari sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar siapa yang duduk di kursi kekuasaan, kita sedang mencari pemimpin yang mampu…

Baca Selengkapnya

SAAT ALAM BERBICARA: Analisis Teologis atas Pesan Gelombang Musibah Aceh–Sumatra

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada saat di mana langit tampak diam, tetapi bumi bergetar. Ada waktu ketika manusia merasa telah menguasai peradaban, namun sekali getaran kecil saja menjatuhkan gedung-gedung tinggi dan menyapu angan-angan yang melayang. Aceh dan Sumatra, dua wilayah yang diberkahi tetapi diuji, dua tanah yang kuat namun rapuh, pernah menjadi…

Baca Selengkapnya

GURU BUKAN ROBOT KURIKULUM: Mereka Butuh Ruang untuk Menjadi Manusia

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Dalam arus panjang sejarah manusia, guru adalah mata air yang tak pernah kering meski zaman berkali-kali berubah wajah. Mereka bukan gigi-gigi mesin yang bekerja tanpa rasa, tetapi cahaya yang memantul dari langit, merambat pelan ke hati-hati yang masih muda , yakni anak-anak bangsa yang sedang mencari dirinya. Guru…

Baca Selengkapnya

TIGA MARTABAT MANUSIA: Diamnya Lisan, Jernihnya Hati, dan Ringannya Memberi

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada sebuah untaian hikmah dalam khazanah Islam yang mengetuk pintu hati siapa pun yang membacanya. Kata-katanya sederhana, tetapi memuat kedalaman perjalanan batin manusia: «أَرْقَى النَّاسِ أَقَلُّهُمْ حَدِيثًا عَنِ النَّاسِ، وَأَنْقَى النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ ظَنًّا بِالنَّاسِ، وَأَتْقَى النَّاسِ أَكْثَرُهُمْ سَعْيًا لِخِدْمَةِ النَّاسِ.» “Orang yang paling beradab adalah yang paling sedikit…

Baca Selengkapnya

3 JEJAK EGO DALAM KATA: Ketika Lisan Menjadi Cermin Kegelapan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makaar) Tulisan ini diharapkan menjadi renungan bagi kita tentang lisan, kesombongan, dan jalan pulang menuju cahaya. Dan tentu terkhusus menjadi nasehat berharga bagi penulis. Ada kalanya sebuah hadits tidak sekadar kita baca, ia seperti mengetuk pintu hati, pelan namun tegas, seolah berkata: “Kembalilah. Lihatlah dirimu.”.Hadits ini adalah salah satunya….

Baca Selengkapnya

JIWA YANG SELESAI: Membentuk Kedewasaan Batin dan Kejernihan Hati

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) *( BAGIAN PERTAMA)* Ada masa dalam hidup ketika seseorang tiba-tiba berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia yang terus berlari. Ia menatap dirinya sendiri, bukan melalui cermin, tetapi melalui hati. Pada saat itulah muncul sebuah pertanyaan yang tidak pernah diajarkan di sekolah mana pun, namun selalu berbisik dalam sunyi: *”Sudahkah…

Baca Selengkapnya

KETIKA NEW YORK MENANTANG WASHINGTON: Zohran Mamdani dan Revolusi Moral yang Mengguncang Nurani Dunia

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Apakah nurani masih memiliki tempat di panggung politik global yang dikuasai oleh kepentingan modal dan ambisi kekuasaan? Bisakah kejujuran moral menembus tembok hegemoni yang selama ini membungkam suara keadilan? Mungkinkah seorang imigran Muslim keturunan Afrika–Asia Selatan mampu mengubah arah sejarah di negeri yang menjadi simbol kapitalisme dunia? Pertanyaan-pertanyaan…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.