3 MARTABAT INSAN BERILMU: Mengapa Banyak yang Pintar, tetapi Sedikit yang Sadar?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernahkah kita merasa, semakin banyak kita membaca dan mempelajari ilmu, semakin banyak pula kegelisahan menetap di dada? Semakin banyak teori kita kuasai, justru semakin jauh hati dari rasa tunduk dan tenang? Bukankah seharusnya ilmu menuntun jiwa untuk lebih merunduk, bukan meninggi? Lebih bersabar, bukan mudah tersinggung? Lebih takut…

Baca Selengkapnya

FENOMENA HAJI MURAH DAN MAFIA VISA: Antara Menjaga Kesucian Ibadah dan Ancaman Kerugian Negara

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Apakah ibadah suci selalu berbanding lurus dengan kesucian praktik pengelolaannya? Adakah yang lebih memilukan daripada menyaksikan ibadah paling sakral dalam Islam diseret ke meja dagang, dinilai seperti tiket promo, dan ditawarkan sebagai jalan pintas menuju status sosial? Bagaimana mungkin perjalanan ruhani menuju Baitullah berubah menjadi komoditas diskon yang…

Baca Selengkapnya

EFEKTIFITAS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN PEMULIHAN UMKM: Antara Retorika dan Realita

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernahkah kita bertanya dalam hening yang jujur , mengapa suara UMKM selalu menjadi nyanyian manis di bibir kekuasaan, namun sering kali tak sampai pada telinga kebijakan yang benar-benar menyembuhkan luka ekonomi rakyat kecil? Apakah kebijakan yang digembar-gemborkan dengan slogan pemulihan dan keberpihakan benar-benar menyentuh akar penderitaan mereka yang…

Baca Selengkapnya

FEODALISME PENDIDIKAN?: Antara Stigmatisasi Media dan Introspeksi Dunia Pesantren

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Refleksi Hari Santri Nasional 2025) Pernahkah kita menunduk sejenak, membiarkan degup jantung kita berhenti dari kecepatan lajunya dunia digital, lalu mendengar bisik sunyi dari rongga pesantren: Apakah kita masih menjaga kehormatan lembaga ini, atau justru merobohkannya dengan tali-gelap dari dalam? Saat beberapa layar televisi menyulut gejolak dengan narasi…

Baca Selengkapnya

BISNIS HARAM: Korupsi dan Suap ‘Money Politics’ ( Bagian ke-6)

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) (Renungan tentang Nurani, Keadilan, dan Luka Bangsa) Di negeri yang bernafas dengan demokrasi, kita kerap mendengar jargon: kedaulatan di tangan rakyat. Tetapi ironinya, kedaulatan itu sering diperdagangkan dengan harga yang murah di pasar politik transaksional. Kursi jabatan diperebutkan bukan karena kelayakan dan amanah, melainkan karena tebalnya amplop yang berpindah…

Baca Selengkapnya

BENTENG KEDAULATAN DI UJUNG TANDUK: Soliditas TNI, Polri, dan Rakyat yang Diuji

Munawir Kamalauddin (Gueu Besar UIN Alauddin Makassar) Negeri ini berdiri bukan semata-mata karena piagam, teks proklamasi, atau tinta perjanjian politik. Indonesia berdiri karena darah dan air mata, karena doa para ulama, karena perjuangan para pejuang, dan karena persatuan segenap anak bangsa yang mengikhlaskan jiwa raga demi satu kata: Merdeka. Sejak awal, TNI lahir dari rahim…

Baca Selengkapnya

ANARKISME DI JALAN: Luka Bangsa atau Alarm Keadilan?

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Mari sejenak kita berhenti dari kebisingan dunia, menutup gawai, menundukkan kepala, dan bertanya pada diri sendiri, apa yang lebih dulu padam dalam jiwa kita, rasa kasih kepada sesama, atau rasa takut kehilangan kepentingan pribadi? Saat jalanan dipenuhi amarah, apakah yang sejatinya kita tuntut adalah keadilan, atau sekadar melampiaskan…

Baca Selengkapnya

AJULA (Agustus Jumat Kelabu): Rakyat Bergerak Menuntut Keadilan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin) Agustus seharusnya menjadi bulan penuh syukur. Bulan ketika rakyat Indonesia merayakan kemerdekaan, mengenang perjuangan para pendiri bangsa, mengibarkan bendera dengan bangga, dan menikmati buah kebebasan yang diperjuangkan dengan darah dan air mata. Namun, ironi menyayat, Agustus 2025 bukan bulan perayaan, melainkan bulan kegelisahan. Bukan bulan persatuan, melainkan bulan pertentangan….

Baca Selengkapnya

MERDEKA TANPA INTEGRITAS: Sebuah Kebohongan Kolektif?.”

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernahkah kita duduk di malam yang sunyi, menatap bendera berkibar di tiang, dan bertanya pada diri sendiri, Apakah kita sungguh merdeka? Apakah kemerdekaan yang kita rayakan setiap 17 Agustus hanyalah seremonial yang indah, parade yang meriah, lagu yang mengalun, sementara hati kita masih terpenjara oleh kebohongan, ketakutan, dan…

Baca Selengkapnya

KAMBING HITAM: Saat Diri Tak Siap Bercermin, Orang Lain Jadi Tumbal

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Pernahkah kita menuding orang lain atas kegagalan kita, padahal luka itu kita gores sendiri? Mengapa kita lebih cepat mengangkat jari telunjuk daripada menunduk untuk bercermin? Apakah mudahnya kita menyalahkan orang lain hanya cara halus menutupi rasa takut kita akan tanggung jawab? Tidakkah kita sadar, bahwa melempar kesalahan kepada…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.