HIKMAH HALAQAH: Kesalehan Tidak Boleh Berhenti pada Diri Sendiri

Prof. Dr. Muh. Yusuf, M.Pd.I (Komisi KOMINFO MUI Sulsel)

Manusia tidak diciptakan untuk hidup hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa peduli kepada orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki tanggung jawab untuk membangun kepedulian dan memberikan manfaat kepada sesamanya.

Karena itu, jangan sampai seseorang merasa dirinya sudah baik, tetapi pada saat yang sama tidak memiliki perhatian terhadap kondisi orang lain. Kesalehan tidak cukup hanya diwujudkan dalam ibadah pribadi, sementara persoalan sosial di sekitarnya dibiarkan begitu saja.

Bukan hanya persoalan memberi makan kepada orang yang membutuhkan. Kepedulian juga dapat diwujudkan melalui perhatian, bantuan, dorongan, tenaga, pikiran, maupun mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan.

Jangan sampai orang yang diberikan Allah rezeki dan kemampuan justru malas memberikan perhatian kepada sesamanya. Kekayaan dan kelebihan yang dimiliki bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga menjadi sarana untuk menghadirkan kemanfaatan.

Dalam kehidupan, ada tanggung jawab sosial yang tidak boleh kita abaikan. Bahkan, kebaikan seseorang tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia memiliki tugas untuk mendorong orang lain agar ikut melakukan kebaikan.

Seseorang mungkin sudah menjadi pribadi yang saleh. Namun, kesalehan itu akan menjadi lebih bermakna ketika ia mampu mengajak, mendorong, dan menginspirasi orang lain untuk menjadi baik.
Allah kelak akan meminta pertanggungjawaban atas bagaimana kita menggunakan nikmat yang diberikan. Bukan hanya tentang apa yang kita lakukan untuk diri sendiri, tetapi juga tentang kepedulian kita terhadap sesama.

Lalu, bagaimana jika ada seseorang datang meminta sumbangan, tetapi bantuan tersebut bukan untuk dirinya sendiri? Ini menunjukkan adanya kepedulian sosial dan semangat mengajak orang lain dalam kebaikan.

Ia tidak hanya memikirkan kebutuhan pribadi, tetapi berusaha menjadi penghubung antara orang yang membutuhkan dan orang yang mampu membantu.

Dengan demikian, kesalehan sejati bukanlah kesalehan yang berjalan sendirian. Menjadi baik itu penting, tetapi mengajak dan membantu orang lain untuk berbuat baik adalah bagian dari tanggung jawab sosial seorang Muslim.

Selengkapnya simak video di bawah ini …

*Irfan Suba Raya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.