Prof Dr KH Kamaluddin Abunawas, MA (Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkaderan MUI Sulsel)
Makassar, muisulsel.or.id – Rasulullah Saw mencontohkan kepada umatnya supaya terhindar dari azab siksa kubur, maka hendaklah senantiasa membaca surat Al-Mulk.
Ulama berbeda pendapat tentang kapan surat ini dibaca, ada yang berpendapat bahwa surat ini dibaca pada saat setelah magrib, namun ada pula yang berpendapat untuk membacanya setelah subuh.
Akan tetapi, terlepas dari penjelasan diatas, tentunya hal itu akan di kembalikan kepada seseorang. Hal itu tergantung pada dosa-dosa seseorang, sebagaimana di katakan jika seorang jenazah jikasudah di kuburkan, setelah 40 langkah para pengantar meninggalkan makamnya maka malaikat akan datang dan menjalankan tugasnya.
Jika yang populer dan sering kita dengar tentang pertanyaan dalam yakni siapa Tuhan kita, siapa Nabi kita, apa kitab kita dan seterusnya, maka tentulah saat ini kita mudah untuk menjawabnya.
Namun, berbeda halnya jika kita sudah berada di alam kubur, di mana jika malaikat menanyakan perkara itu maka yang akan menjawabnya pastilah amalan-amalan perbuatan kita semasa hidup di dunia.
Seseorang yang telah wafat, jika tubuhnya telah di makamkan, maka roh jasad tersebut Allah akan kembalikan ke tubuhnya, dan disitulah berlaku hukum Allah. Jika manusia tersebut baik amal perbuatannya, maka segala nikmat akan Allah berikan kepadanya. Namun, jika semasa hidupnya ia hidup bergelimpangan dosa, maka azab Allah pastilah akan ia rasakan.
Itulah sebabnya Rasulullah mengajarkan kepada untuk mendoakan orang yang telah wafat dengan beberapa doa-doa yang baik untuk si mayit.
Pada kajian ini menjelaskan terkait kebenaran akan adanya azab dalam kubur, sebagaimana penjelasan Imam Nawawi dalam kitabnya. Lebih jelasnya dapat mengikuti kajian ini pada link di bawah ini.
Kontributor: Nur Abdal Patta

