Komisi Hubungan Antar Umat Beragama Hadiri Silaturahmi Lintas Umat

Makassar, muisulsel.or.id – Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (HAUB MUI) Sulawesi Selatan Prof Dr H Wahyuddin Naro, yang juga selaku Ketua Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulsel, menghadiri acara silaturahmi lintas umat oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulsel di aula lantai satu Masjid Almarkaz Islamic Centre, Jl. Masjid Raya Makassar.

Silaturahmi Lintas umat yang di hadiri langsung oleh Ketua Umum DMI pusat H.M Jusuf Kalla mengambil tema “merajut persaudaraan, merawat persahabatan” terlaksana pada Senin, 27 November 2023.

Kegiatan yang diinisiasi oleh DMI Sulsel ini mempertemukan antara Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan.

Ketua DMI Sulsel Mayjen TNI (Purn) H Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, SH MH mengungkap gagasan terselenggaranya kegiatan ini atas masukan-masukan dan informasi dari berbagai lintas agama.

“Dalam rangka mengingat perkembangan situasi akhir-akhir ini, terutama mencermati perang antara Israel dan Palestina. Disamping itu juga, di tahun politik saat ini, ada resistensi kelompok yang mengakibatkan konflik pada antar sesama anak bangsa,” ujar Andi Muhammad.

Mantan Pangdam XIV Hasanuddin ini pun melanjutkan bahwa untuk mengantisipasi situasi ini, maka untuk itulah kita datang dan duduk bersama untuk mendengarkan arahan dan wejangan dari bapak Jusuf Kalla. Hal ini pun erat arahnya menyangkut dengan kegiatan pesta demokrasi yang akan di gelar tahun depan, lanjutnya.

Wakil Presiden RI ke 10 dan ke 12 H.M Jusuf Kalla dalam arahannya mengatakan dalam situasi seperti ini yang paling penting untuk dilakukan adalah mengadakan komunikasi, menghargai perbedaan antar umat, dan toleransi terhadap umat lain. Tanpa ketiga hal itu, maka solusi tak akan bisa di dapatkan.

Jusuf Kalla mengungkapkan, perang yang terjadi di Palestina dan Israel bukanlah perang antara agama Kristen, Islam, Yahudi Konghucu Hindu dan Budha. Melainkan itu adalah tragedi kemanusiaa, dan tentunya itu sangat disayangkan.

Banyak orang salah menafsirkan perang antar dua negara tersebut sehingga mampu memecah belah anak bangsa sendiri.

“Tokoh-tokoh agama di Sulawesi Selatan maupun di Indonesia pada umumnya melihat apa yang terjadi di Palestina dan Israel adalah pandangan atau konflik kemanusiaan. Oleh karenanya sangat disayangkan, sebab baru-baru ini terjadi bentrok antara Pro pendukung Palestina dan Pro pendukung Israel di kota Bitung Sulawesi Utara. Hal itu menjadi sorotan publik lantaran memakan korban jiwa,” ucapnya dalam kegiatan Silaturahmi Lintas Umat pada Senin (27/11/2023) malam.

Menurut tokoh perdamaian dunia ini jumlah korban yang begitu banyak adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang telah terjadi di negara tersebut. “Adanya salah pengertian, membuat kedua belah pihak saling tidak memahami antara satu dengan lainnya. Itu tentu tidaklah direncanakan dan tidak pula disengaja, hanya karena adanya salah pengertian yang tidak kita harapkan,” katanya.

Ia mengharapkan hal tersebut agar jangan sampai membuat negara tercinta kita terpecah menjadi dua bagian, tutupnya.

Silaturahmi ini dihadiri pula oleh sejumlah forum dan lembaga yang ada di Sulawesi Selatan, seperti DDI, NU, Muhammadiyah, dan perwakilan umat agama lainnya.

Kontributor: Nur Abdal Patta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.