JANGAN MENILAI MANUSIA DARI YANG TAMPAK

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Di sebuah kota kecil hiduplah dua orang yang bertetangga. Yang pertama adalah seorang saudagar kaya raya. Rumahnya megah, hartanya melimpah, tetapi ia hampir tidak pernah terlihat bersedekah. Ia jarang menghadiri acara sosial, tidak pernah memamerkan bantuannya, bahkan hidupnya tampak sederhana. Akibatnya, masyarakat menilainya sebagai orang yang bakhil dan…

Baca Selengkapnya

Jika Hatimu Gelisah, Bacalah Enam Hikmah Ini

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada kalanya hidup terasa begitu berat. Bukan karena ujian yang terlalu besar, tetapi karena hati lupa kepada enam kebenaran sederhana yang menjadi penopang kehidupan. Ahli hikmah berkata: ثَلَاثٌ إِذَا عَدَدْتَ عَلَيْهَا هَانَتْ عَلَيْكَ الدُّنْيَا: أَنْ تَرْضَى بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ، وَأَنْ تَتَوَقَّعَ النَّقْصَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ، وَأَنْ تَعْلَمَ…

Baca Selengkapnya

MENJADI ISTRI YANG MEMIKAT: Ketika Cinta Tidak Ikut Menua Bersama Usia

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Tidak ada perempuan yang mampu menghentikan waktu, sebab waktu adalah pelukis paling jujur. Ia akan menggambar garis-garis halus di wajah, memutihkan rambut yang dahulu hitam berkilau, mengurangi kekuatan tubuh yang dahulu begitu bertenaga, dan perlahan mengajarkan bahwa tidak ada satu pun keindahan fisik yang mampu menolak datangnya senja….

Baca Selengkapnya

MENJADI SUAMI YANG MENAWAN: Pesona yang Tidak Pernah Pudar oleh Waktu

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Tidak ada pohon yang lahir dalam keadaan besar. Ia selalu bermula dari sebutir benih yang nyaris tak terlihat, terkubur dalam gelap, ditempa hujan, diterpa angin, dan berjuang dalam kesunyian sebelum akhirnya menembus permukaan bumi. Dunia hanya menyaksikan kerindangannya, tetapi tidak pernah melihat perjuangan akarnya. Bukankah demikian pula perjalanan…

Baca Selengkapnya

Belajar Agama Cuma dari Reels dan TikTok? Prof. Abustani: Ilmunya Bisa Dangkal, Vonisnya Cepat

Makassar, muisulsel.or.id – Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H.Abustani Ilyas, M.Ag., menyoroti fenomena semakin banyaknya generasi muda, khususnya Generasi Z dan milenial, yang mempelajari agama Islam hanya melalui konten video pendek di media sosial. Hal tersebut disampaikan Prof. Abustani saat ditemui di Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Jalan…

Baca Selengkapnya

MENEGASKAN JATI DIRI MUI: Keniscayaan Reformasi Struktural dan Fungsional

Afifuddin Harisah (Ketua JKSN Sulsel /Anggota Komisi Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri MUI Sulsel) Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak awal didirikan sebagai wadah ulama untuk memberikan panduan moral dan keagamaan bagi umat sekaligus menjadi mitra strategis bagi pemerintah. Namun dalam perjalanan sejarahnya, batas antara ulama dan pengurus administratif sering kabur. Akibatnya, terjadi ambiguitas: siapa…

Baca Selengkapnya

NGOMEL: Kebiasaan Sepele Yang Merusak Kebahagiaan

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Rumah tangga tidak selalu retak karena perselingkuhan, kemiskinan, atau konflik besar. Tidak sedikit keluarga yang perlahan kehilangan kehangatan hanya karena satu kebiasaan yang dianggap sepele: *Terlalu sering mengomel.* Omelan hadir hampir setiap hari. Ibu mengomel karena rumah belum rapi, pakaian masih berserakan, dapur berantakan, anak-anak sulit diatur, pembantu…

Baca Selengkapnya

BERKELUH KESAH: Sibuk Menghitung Luka, Lupa Menghitung Nikmat

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada luka yang sesungguhnya tidak terlalu dalam, tetapi menjadi begitu menyakitkan karena terus kita sentuh dengan keluhan. Sebaliknya, ada nikmat yang begitu besar, tetapi terasa biasa karena terlalu lama kita abaikan. Betapa anehnya manusia, satu kegagalan mampu menghapus ingatan atas seribu keberhasilan, satu kehilangan sanggup menutupi lautan karunia…

Baca Selengkapnya

DEMOKRASI SEOLAH-OLAH: Saat Hukum Menjadi Alat Legitimasi Kekuasaan Otoriter

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Ada ironi yang sering luput dari perhatian. Semakin sering sebuah negara berbicara tentang demokrasi, belum tentu semakin demokratis. Semakin banyak lembaga yang mengatasnamakan rakyat, belum tentu semakin dekat dengan aspirasi rakyat. Bahkan semakin banyak aturan yang dibuat, belum tentu semakin tegak keadilan. Demokrasi bukan sekadar pemilu, parlemen, atau…

Baca Selengkapnya

ANTI-DEMOKRASI: Ketika Rakyat Hanya Menjadi Penonton

Munawir Kamaluddin (Guru Besar UIN Alauddin Makassar) Bahaya terbesar bagi sebuah bangsa tidak selalu datang dari luar. Ia sering tumbuh perlahan dari dalam, tanpa suara ledakan, tanpa parade senjata, bahkan tanpa perubahan yang tampak mencolok. Semua terlihat normal. Pemilu tetap berlangsung, lembaga negara tetap bekerja, dan hukum tetap berjalan. Namun diam-diam, kekuasaan mulai menjauh dari…

Baca Selengkapnya
Open chat
1
MUI MENJAWAB: Silahkan ajukan pertanyaan seputar Islam, akan dijawab Langsung ULAMA dari MUI SULSEL.