Dr. KH. Syamsu Alam Usman, M.Ag. (Komisi Dakwah MUI Sulsel)
MAKASSAR, muisulsel.or.id — Dalam ajaran Islam, perjalanan atau safar memiliki sejumlah tuntunan dan adab yang dianjurkan untuk diperhatikan seorang Muslim. Salah satunya adalah sunnatus safar, yakni sunnah-sunnah yang berkaitan dengan perjalanan.
Menurut Dr. KH. Syamsu Alam Usman, selama ini masyarakat lebih sering mengenal sunnah safar yang dilakukan sebelum berangkat melakukan perjalanan. Padahal, terdapat pula sunnah yang dianjurkan setelah seseorang kembali dari perjalanan.
“Kalau kita perhatikan, umumnya sunnah safar yang biasa kita dengar dan diajarkan oleh guru-guru kita adalah sebelum berangkat,” ujarnya.
Namun, kata dia, ada sunnah yang justru dianjurkan ketika seseorang telah tiba dari perjalanan. Dalam fikih, terdapat anjuran bagi orang yang baru kembali dari safar untuk melaksanakan salat sunnah dua rakaat di masjid.
Ia mengutip keterangan ulama: “Yustahab liman qadima min safarin an yusalliya raka’ataini fil masjid.”
Artinya, disunnahkan bagi orang yang baru tiba dari perjalanan untuk melaksanakan salat sunnah dua rakaat di masjid.
Menurutnya, anjuran tersebut menunjukkan bahwa kepulangan dari sebuah perjalanan juga memiliki nilai ibadah yang perlu diperhatikan.
Seorang Muslim tidak hanya mempersiapkan diri secara spiritual ketika hendak berangkat, tetapi juga dianjurkan menutup perjalanan dengan ibadah ketika telah kembali.
Salat dua rakaat tersebut menjadi salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena telah diberikan keselamatan selama perjalanan hingga kembali ke tempat tujuan.
“Ketika kita dari bepergian kemudian sudah tiba di kampung atau di rumah, hendaklah dia melakukan salat sunnah dua rakaat di masjid,” jelasnya.
Ia menambahkan, sunnah tersebut sekaligus mengajarkan bahwa aktivitas sehari-hari, termasuk perjalanan, dapat menjadi bagian dari ibadah apabila mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
Karena itu, memahami sunnah safar secara utuh menjadi penting agar umat Islam tidak hanya mengetahui doa atau amalan sebelum perjalanan, tetapi juga memahami tuntunan ketika telah sampai dengan selamat.
Selengkapnya simak video di bawah ini…
Irfan Suba Raya
